Menteri Sosial Tutup Lokalisasi Prostitusi Kedung Banteng

oleh -

sergap TKP – PONOROGO

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, menutup satu lokalisasi prostitusi Kedung Banteng di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Senin, 8 Juni 2015.

Di hadapan masyarakat setempat, Menteri Sosial mengingatkan bahwa pria pelanggan prostitusi juga harus disanksi sosial.

“Saya orang nomor satu yang tidak setuju jika mereka (PSK di lokalisasi) disebut wanita tuna susila, seolah posisi lelaki dalam prostitusi lebih tinggi dari wanita. Padahal sama-sama tuna susilanya. Jadi jangan disebut wanitanya saja,” kata Khofifah.

“Biar fair (adil), jadi jangan ibu-ibu atau cuma wanitanya yang jadi sasaran (hukuman sosial). Harus permalukan peminatnya juga. Kalau peminat enggak ada, maka supplier-nya (penyedia jasa seks) pun enggak akan ada,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, Penutupan lokalisasi bukan hanya semata dengan melakukan penutupan dan kemudian lepas tangan dengan berbagai dampak sosial. Para muncikari dan pekerja seks harus mendapatkan pembinaan dan santunan agar mereka bisa kembali ke masyarakat dan merintis usaha yang layak. Hal itu juga termasuk untuk para penghuni lain seperti juru parkir dan pedagang yang terkena dampak penutupan.

Selain melakukan penutupan, Kementerian juga menyerahkan bantuan kompensasi, pembinaan dan pemberdayaan keterampilan berupa bantuan kegiatan ekonomi kreatif, misalnya, masing-masing penghuni mendapat sebesar Rp5 juta. Ada juga modal usaha untuk kelompok bersama dengan masing-masing kelompok menerima bantuan sebesar Rp20 juta.

Lokalisasi Kedung Banteng dihuni 176 PSK dan 39 muncikari. Sebanyak 156 PSK diketahui berasal dari luar Ponorogo. Khofifah berharap dengan penutupan itu mampu menghilangkan eksploitasi terhadap perempuan, serta memperkecil angka kriminalitas dan memberantas perdagangan manusia atau perdagangan orang.

Tinggalkan Balasan