Operasi Waspada Krakatau 2018, Polres Lampung Timur Amankan 41 Pucuk Senpi Rakitan

oleh -196 views

sergap TKP – LAMPUNG TIMUR

Hasil operasi Waspada Krakatau 2018 yang digelar  oleh Polres Lampung Timur beserta Polsek Jajaran, petugas berhasil mengamankan sebanyak 41 pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 178 butir amunisi aktif.

“Senpi dan amunisi yang diamankan itu, berasal dari 23 daerah di Lampung Timur,” kata Kapolres Lampung Timur, AKBP Taufan Dirgantoro, Rabu (28/11/2018).

Taufan Dirgantoro menjelaskan, 41 pucuk senpi rakitan yang diamankan tersebut dengan rincian, 1 pucuk senpi. Sukadana, 4 pucuk senpi dan 3 butir amunisi. Labuhan Meringgai, 1 pucuk senpi dan 2 butir amunisi. Way Jepara, 1 pucuk senpi dan 2 butir amunisi. Bandar Sribawono 1 pucuk senpi dan 10 butir amunisi. Pasir Sakti, 2 pucuk senpi dan 72 butir amunisi. Sekampung, 3 senpi dan 8 butir amunisi. Pekalongan, 1 pucuk senpi dan 3 butir amunisi.

Kemudian 1 pucuk senpi dan 3 butir amunisi dari Braja Selebah, 1 senpi dan 2 butir amunisi dari Waway Karya, 4 pucuk senpi dan 9 amunisi. Batanghari Nuban,  1 pucuk senpi dan 2 butir amunisi. Bumi Agung,  1 pucuk senpi dan 2 butir amunisi. Purbolinggo, 1 pucuk senpi dan 4 butir amunisi. Raman Utara,  2 pucuk senpi. Dari Way Bungur.

Dan dati Metro Kibang, 1 pucuk senpi dan 3 butir amunisi. Marga Tiga, 1 pucuk senpi dan 22 butir amunisi. Labuhan Ratu, 1 pucuk senpi dan 3 butir amunisi. Mataram Baru, nihil. Sekampung Udik, 2 pucuk senpi dan 2 butir amunisi. Marga Sekampung, 2 pucuk senpi dan 13 butir amunisi. Jabung, 4 pucuk senpi dan 9 butir amunisi. Gunung Pelindung, 2 pucuk senpi dan 2 butir amunisi, dan Melinting, 3 pucuk senpi dan 2 butir amunisi.

Menurut Taufan, dari ke 41 senpi rakitan yang diamankan, salah satu senpi yang diamankan merupakan barang bukti hasil ungkap kasus perkara kepemilikan senpi rakitan illegal yang saat ini kasusnya dalam tahap penyidikan.

“Salah satu senpi rakitan tersebut merupakan hasil ungkap kasus perkara kepemilikan senpi rakitan illegal, dengan atas nama tersangka bernama Saipudin (44), wargaDesa Giri Mulyo, Marga Sekampung, Lampung Timur.”ujar Taufan.

Tinggalkan Balasan