Jual 1 Kg Narkoba Dalam 3 Bulan, Dua Pria Ini Dibekuk Polisi

oleh -145 views

sergap TKP – SURABAYA

Dua orang pengedar narkotika atas nama Ones Saforus (32) warga Teluk Libung, Surabaya dan Irawan (58) warga Teluk Sampit, Surabaya dibekuk aparat Satresnarkoba Polrestabes Surabaya di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim. 

Dalam pembekukan tersebut pihak kepolisian berhasil menyita sejumlah narkotika diantaranya 161,16 gram narkotika jenis sabu, 25 butir pil ekstasi, serta 0,91 gram narkotika jenis ganja.

“Komplotan ini sudah beraksi sejak empat bulan menjalankan bisnis narkotika,” jelas Waka Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Yusuf Wahyudiono di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (13/2/2019).

Ia juga menerangkan bahwa komplotan ini biasanya kerap menjual sabu melalui sistem ranjau diamana pembeli dan penjual tidak saling bertatap muka. Dimana narkoba tersebut diambil oleh tersangka Irawan di kawasan Krian serta kawasan Wonokromo dekat Royal Plaza. 

Selanjutnya narkoba tersebut dijual pelaku dengan paket kecil dimana harga jualnya berkisar ratusan ribu. “Selama itu pelaku ini menjual narkoba dengan paket kecil dengan keuntungan sebesar Rp 100 ribu setiap poketnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan komplotan ini menghabiskan 1 kg narkotika per tiga bulan. Usaha tersebut dilakukan komplotan ini tanpa modal yang maksudnya narkotika tersebut baru dibayar setelah mereka menjual barang haram tersebut.

“Keduanya ini menjual ke beberapa pembeli yang sudah memesan sabu-sabu, ganja dan ekstasi ke pelaku. Jadi mereka hutang dulu kebandar besarnya baru mereka mengirimkan uang lewat transfer,” ungkap perwira polisi dengan melati satu dipundaknya tersebut.

Kepada petugas pelaku mengaku baru menjalankan bisnis narkoba tersebut selama empat bulan dengan keuntungan sekitar Rp 50 juta. “Selama ini perkerjaan saya jual beli motor sepi jadi saya coba dengan bisnis narkoba ini,” aku Iriawan.

Untuk diketahui pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan tersangka Ones Saforus di apartemennya yang berada di kawasan Jl. Arief Rahman Hakim, yang kemudian dikembangkan dengan menangkap tersangka Irawan di kediamannya yang berada di Teluk Sampit, Surabaya.

Akibat perbuatannya tersebut kedua tersangka terancam dijerat pasal 112 dan 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun.

Tinggalkan Balasan