Jatanras Polda Jatim Ungkap Pesta Asusila di Pasuruan

oleh -31 views

sergap TKP – SURABAYA

Unit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus tindak pidana asusila dengan modus mengadakan pesta yang ditawarkan melalui media sosial Twitter.

Kanit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP M Aldi Sulaiman menjelaskan pesta asusila tersebut berlangsung di salah satu villa di kawasan Tretes Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Dari situ pihaknya berhasil mengamankan tujuh pelaku dan menetapkan salah satu pelaku di antaranya sebagai. Penetapan tersangka dilakukan lantaran yang bersangkutan berperan sebagai pihak yang mengundang dan menggelar pesta asusila.

“Pelaku atas nama Agus Kusbiantoro ini menawarkan kegiatan pesta yang berbau asusila melalui media sosial Twitter. Kegiatan asusila itu dilakukan pada hari Sabtu 13 Juli lalu dan kami mengamankan tujuh pelaku, empat laki-laki dan tiga perempuan di lokasi tanpa mengenakan busana,” ujar AKP M Aldi, Kamis (18/7/2019).

Lebih lanjut, Aldi mengungkapkan bahwa tersangka telah menggelar pesta serupa sebanyak empat kali. “Ini sudah empat kali menggelar pesta asusila. Lokasinya berpindah-pindah. Pernah di Surabaya dan keempat saat diamankan di Tretes,” imbuh Aldi.

Tersangka yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru tersebut diamankan petugas

yang mendapat informasi dari masyarakat bahwa di salah satu Villa Salsa di Dusun Genengsari, Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kab. Pasuruan digunakan sebagai tempat berlangsungnya perbuatan asusila.

Atas informasi tersebut pihaknya kemudian

melakukan penggerebekan di Iantai dua Villa Salsa. Alhasil polisi mendapati para pelaku tengah melakukan hubungan seks.

Dari situ petugas kemudian membawa ketujuh pelaku beserta barang bukti ke Ditreskrimum Polda Jatim. Kepada penyidik tersangka Agus mengaku mengundang para pelaku lainnya untuk datang ke acara Happy Seks dengan membayar Rp 500 ribu.

Akibat perbuatannya tersebut yang bersangkutan terancam dijerat pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP tentang perbuatan sengaja mengadakan atau memudahkan cabul dengan orang lain dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan.

Tinggalkan Balasan