Dirreskrimsus Polda Jatim Ungkap Kasus Tindak Pidana Pertambangan Minerba Ilegal

oleh -5 views

sergap TKP – SURABAYA

Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim berhasil mengungkap kasus tindak pidana pertambangan mineral dan batubara ilegal.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan dalam pengungkapan kasus ini pihaknya turut mengamankan lima orang tersangka yang diduga melanggar pasal 161 UU No 4 Tahun 2009 dan pasal 106 UU No 7 Tahun 2014.

Kelima tersangka tersebut masing masing yakni inisial AW (41) warga Surabaya, AB (49) warga Waralohi, AH (35) warga Sidoarjo, AS (50) warga Huku Sungai Selatan, dan MR (35) warga Banjarmasin.

Lebih lanjut Ahmad Yusep menjelaskan awal terungkapnya kasus ini bermula dari temuan produk mercury dengan merek “gold” yang diketahui tidak memiliki izin alias ilegal dan telah tersebar pasaran.

Atas hal tersebut pihaknya kemudian segera menindaklanjuti temuan tersebut. “Tim kemudian melakukan undercover buy, dan mengamankan seorang di Sidoarjo,” imbuh Ahmad Yusep di Surabaya, Selasa (13/8/2019).

Dalam penangkapan itu petugas akhirnya mendapati bahwa terdapat kegiatan pengolahan dan pemurnian batu cinnabar menjadi mercury, tanpa memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 UU No 4 tahun 2009, tentang Pertambangan Minerba.

“Diketahui bahwa produser berasal Sulawesi Tenggara, disana ditemukan mercury kemasan dan alat alat pemurnian mercury dibuat dari batuan cinnbar. Dari hasil pemeriksaan, batu cinnabar ini diperoleh di Propinsi Maluku,” bebernya.

Dalam kasus ini pihaknya juga turut menyita 414 kilogram merek gold, dimana merek itu sendiri merupakan produk asal Jerman. “Indonesia melarang produksi mercury, artinya tidak ada produksi mercury. Kalau butuh harus impor,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan