Jatanras Polda Jatim Bekuk Komplotan Curanmor

oleh -30 views

sergap TKP – SURABAYA

Sebanyak lima orang anggota komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Pasuruan dibekuk petugas Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur di kediamannya masing masing.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gupuh Setiyono menjelaskan kelima pelaku yang telah beraksi di sejumlah daerah di Jatim tersebut, masing masing adalah SA (34), F (39), S (37), MT (33) dan J (38).

Lebih lanjut Gupuh menjelaskan upaya penangkapan yang dilakukan oleh pihaknya tersebut bermula dari adanya informasi bahwa ada seseorang yang menawarkan sepeda motor hasil kejahatan di Pasuruan.

Atas informasi tersebut pihaknya kemudian melakukan penyidikan dan transaksi dengan pelaku di Jalan Raya Grati, Kab. Pasuruan. Disana petugas akhirnya berhasil meringkus tersangka MT dengan barang bukti satu unit sepeda motor.

“Selanjutnya dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor tersebut yaitu tersangka SA, S, F, dan penadah tersangka J,” ujar Gupuh di Mapolda Jatim Surabaya, Kamis (22/8/2019).

Adapun modus operandi dari komplotan ini salah satunya adalah dengan menyasar sepeda motor yang sedang dalam kondisi terparkir dan kemudian merusak rumah kunci kendaraan tersebut dengan kunci T.

“Pelaku juga mengambil sepeda motor dengan keadaan kunci sepeda motor menempel,” imbuhnya.

Kepada petugas pelaku mengaku selama ini telah beraksi di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP). Diantaranya di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik dan Kecamatan Pacet Kabupaten  Mojokerto.

Dalam kasus ini pihaknya juga turut mengamankan barang bukti berupa 29 unit sepeda motor, lima unit ponsel, dua buah mata letter T serta sebilah clurit. “Sepeda motor hasil curian ini dijual ke penadah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah Gupuh.

Gupuh juga mengungkapkan bahwa dalam kasus ini pihaknya juga terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap tiga pelaku. “Dari keenam pelaku, tiga diantaranya ditembak kakinya karena melawan petugas saat hendak ditangkap,” tandasnya.

Akibat perbuatannya tersebut para pelaku terancam dijerat pasal 365 KUHP dan atau pasal 363 KUHP subsider pasal pasal 362 KUHP Jo Pasal 65 KUHP tentang pencurian. Sedangkan tersangka yang berperan sebagai penadah terancam dijerat pasal 481 KUHP subsider pasal 480 KUHP tentang penadah.

Tinggalkan Balasan