Beri Dukungan, Sejumlah Musisi Hadiri Rilis Pengungkapan Kasus Hak Cipta

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Sebagai bentuk dukungan kepada Polda Jatim terkait pengungkapan kasus pelanggaran hak cipta yang di lakukan oleh sejumlah tempat karaoke di Surabaya sejumlah musisi tanah air hadir dalam rilis kasus di Mapolda Jatim.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengungkapkan ada 17 musisi lain seperti Anang Hermansyah, Rian D’Masiv, Kla Project, hingga Trio Macan yang datang ke Mapolda Jatim.

“Hari ini ada 17 artis sebagai bentuk dukungan dan kesungguhan atas penegakan hukum ini,” ujar Dirreskrimsus Akhmad Yusep saat rilis di Mapolda Jatim Surabaya, Selasa (22/10/2019).

Lebih lanjut Yusep menjelaskan bahwa kasus ini telah ditangani pihaknya sejak lama dan kini telah dinyatakan lengkap oleh jaksa dan tinggal proses penyerahan barang bukti dan tersangka dari pihak kepolisian ke Jaksa. 

“Polda Jatim saat ini merilis penanganan pelanggaran hak cipta yang akan tahap dua atau pelimpahan barang bukti dan pelaku. Ini ada salah satu badan hukum pengelola karaoke yang melanggar hak cipta,” jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah menangani empat kasus pelanggaran hak cipta dan satu diantaranya telah selesai. “Polda Jatim telah menangani empat perkara dan ini sudah dilimpahkan salah satunya. Ini bentuk kepedulian Polda Jatim pada perlindungan Hak cipta,” ungkapnya. 

Sementara itu, Anang yang turut hadir dalam rilis kasus tersebut menyebut pengungkapan ini bisa menjadi contoh bagi Polda lainnya agar tegas dengan kasus pelanggaran hak cipta.

“Saya mau mengucapkan terima kasih. Polda Jatim sudah membuktikan usaha yang luar biasa dan harapannya semoga ini bisa ditiru dengan polda-polda yang lain bisa menjalankan hal sama,” ungkapnya.

Pengungkapan hak cipta yang ditangani oleh pihak kepolisian ini merupakan yang pertama di Indonesia. Hal ini diapresiasi juga oleh Adi Kla Project yang kini menjabat sebagai komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

“Ini adalah momen, suasana yang sangat penting buat praktisi dan orang-orang yang berkecimpung di hak cipta. Layaklah kami untuk berterima kasih pada Polda Jatim karena ini langkah dan terobosan baru. Belum pernah dilakukan,” ujarnya.

Ia juga berharap dengan pengungkapan kasus ini bisa menjadi pembelajaran kepada masyarakat terkait hak cipta yang selama ini tidak begitu dipahami bahwa ciptaan tersebut merupakan properti yang ada pemiliknya.

“Hak cipta itu seperti mobil, kalau mau dipakai harus minta izin. Saya sebagai komisioner di LMKN yang ditugaskan negara untuk mengelola royalti, saya percaya ini akan jadi trigger(pemicu. Red) dan masyarakat akan paham,” jelasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Rian D’Masiv juga menganalogikan pelanggaran hak cipta terkait penggunaan musik untuk komersial tanpa izin sama saja dengan melakukan pencurian.

“Ketika hak itu diambil orang lain. Itu namanya mencuri dan mengambil hak orang lain. Kalau dibilang haram, ya haram itu karena memakan hak orang lain. Dia mengeksploitasi hak orang lain, itu nggak bener,” ucap Rian.

Tinggalkan Balasan