Ditreskrimsus Ungkap Kasus Order Fiktif Go-Food

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim berhasil mengungkap kasus order fiktif yang terjadi melalui aplikasi Go-Food dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut dalam kasus ini pihaknya berhasil meringkus 6 tersangka yang merupakan warga Malang tempat terjadinya transaksi fiktif tersebut.

Keenam tersangka tersebut yaitu MZ (30), warga Ciptomulyo, Kecamatan Sukun; FG (29), warga Bandungrejo, Kec. Sukun; JA (23), warga Bandungrejo, Sukun; AA (37), warga Jodipan, Blimbing; TS (35), warga Sukun; dan AR (32), warga Kota Lama, Kedung Kandang.

Keenamnya tersangka ini masing-masing berperan sebagai customer dan pemilik restoran fiktif dan telah memiliki akun Gobiz fiktif. “Keenam tersangka kita tangkap dengan perannya masing-masing,” jelasnya.

Alhasil dari kasus ini  para pelaku berhasil meraup keuntungan Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta perharinya. Keuntungan tersebut didapat dengan menggunakan Gopay yang memiliki voucher diskon sehingga customer fiktif tidak perlu lagi membayar ke aplikasi.

Bahkan dalam sehari, para tersangka dapat melakukan transaksi setidaknya 100 kali transaksi. “Dari pengakuan sementara para tersangka, mereka melakukan penipuan ini sejak Juli 2019. Nilai kerugian dari pihak aplikator terhitung puluhan juta,” tegasnya.

Akibat perbuatannya para pelaku terancam dijerat pasal 35 jo pasal 51 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE, dan/atau pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Tinggalkan Balasan