Polda Jatim Ungkap Kasus Tindak Pidana Holtikultura

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Unit I Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim mengungkap kasus tindak pidana holtikultura berupa peredaran benih tanaman ilegal.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Wahyudi mengatakan dalam kasus ini benih tanaman yang diedarkan tersebut tidak memiliki sertifikat alias ilegal. Temuan ini sendiri didapatkan pihaknya dari daerah Gresik dan Blitar.

“Sudah dipastikan bahwa benih tak bersertifikat yang diproduksi tersebut, tidak memiliki kualitas sebagai benih yang bermutu. Sehingga ini sangat merugikan sekali kepada masyarakat konsumen,” kata Wahyudi, Rabu (30/10).

Sertifikat tersebut sendiri sesuai dengan arahan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2010 tentang Hortikultura dijelaskan bahwa setiap benih tanaman pertanian yang diproduksi, harus mengantongi sertifikat standard mutu dari Kementerian Pertanian maupun Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB). 

Dalam kasus ini pihaknya mengamankan dua orang tersangka berinsial K (56) dan SM (48) berikut barang bukti pelbagai macam benih tak bersertifikat yang telah diproduksi, seperti benih kedelai, buncis, jagung hingga kangkung.

Keduanya merupakan pemilik usaha produksi benih tanaman tak bersertifikat. Dari bisnis ini keduanya meraup keuntungan bersih mencapai Rp300 juta per tahunnya dari bisnis yang telah berjalan selama 8 tahun ini.

Benih ilegal tersebut dijual para tersangka ke sejumlah kios pertanian yang tersebar di seluruh Jawa Timur. “Ini ada di toko-toko kecil, ada yang beli langsung ke petaninya juga,” imbuhnya.

Untuk itu pihak kepolisian masih terus mengusut kasus ini sebab tidak menutup kemungkinan aksi serupa terjadi. “Akan tetap kita cari lagi, tidak menutup kemungkinan ada lagi,” pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan