Temui Ketua Osis SMA dan SMK se-Jatim, Khofifah Ajak Pelajar Tolak Provokasi

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak para pelajar Yang diwakili oleh Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMA dan SMK se-Jawa Timur untuk berani menolak provokasi. 

Bertempat di Mapolda Jatim, Jl. Ahmad Yani 116 Surabaya, Gubernur mengungkapkan para pelajar harus menolak provokasi. “Jika ada provokasi dari siapapun, tolak. Pelajar Jawa Timur anti anarkis dan menolak provokasi serta aksi kekerasan,” ungkap Khofifah, Rabu (16/10/2019).

Ajakan Gubernur wanita pertama di Jatim tersebut juga mendapatkan respon positif dari para pelajar yang menyambut ajakan tersebut dengan teriakan yang menyatakan setuju dari ribuan pelajar yang hadir.

Sebab, menurut Khofifah para pelajar yang merupakan “Generasi Z” ini merupakan para pihak yang kelak akan melanjutkan usaha industri dan menjalankan pemerintahan, dan semua itu harus disiapkan dengan sangat komprehensif.

“Tidak ada daun yang jatuh dengan sendirinya ada proses dan pasti itu atas itu menyiapkan generasi Z untuk bisa menjadi bagian dari pelanjut perjuangan di negeri ini melanjutkan kepemimpinan,” ujarnya.

Terlebih, Khofifah menyebut semuanya ini merupakan langkah awal untuk bisa membangun seluruh energi positif dalam rangka mempersiapkan generasi emas Indonesia yang ditargetkan pada 2045.

“Kita menyiapkan 2045 Indonesia emas, 2045 adalah generasi emas maka generasi z nya sudah harus mulai banyak berinteraksi interaksi ini tentu hari ini kita mulai untuk Jawa Timur,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini selain menolak segala bentuk provokasi, pihaknya juga mengajak para pelajar untuk berkomitmen menjauhi narkoba yang secara simbolis ditunjukan dengan para pelajar mengangkat lima jari dan meneriakkan “stop narkoba”.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan juga mengungkap bahwa sampai saat ini tidak ada pelajar di Jatim yang terlibat aksi kekerasan. “Belum ada data yang menyebutkan pelajar di Jatim terlibat aksi anarkisme dan kekerasan,” ujarnya.

Jenderal Polisi dengan bintang dua tersebut juga berharap dengan tidak adanya pelajar di Jatim yang terlibat kekerasan bisa terus dipertahankan demi Jawa Timur yang damai dan bebas kerusuhan.

Untuk diketahui kegiatan yang diinisiasi Polda Jatim dan Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan ini juga turut dihadiri Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono, Kajati Jatim M Dofir, dan Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Bambang Ismawan. 

Deklarasi tolak provokasi dan anarkisme tersebut dilakukan secara seremonial dengan melakukan penandatanganan di papan baliho yang ada di lapangan Mapolda Jatim.

Tinggalkan Balasan