Gubernur Sebut Kemarau Sepanjang 2019 PR Bersama

oleh -

sergap TKP – SUMENEP

Kemarau panjang yang terjadi sepanjang 2019 menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dampak nyata kemarau panjang tersebut berupa kekeringan di sejumlah daerah di Jatim.

“Kebutuhan air bersih saat bencana kekeringan sering kali terjadi. Artinya bahwa ini adalah PR kita, oleh karena itu kita membutuhkan strong partnership,” ungkap Khofifah, Selasa (5/11/2019).

Salah satu daerah terdampak kekeringan tersebut yakni di wilayah Kepulauan yang ada di Sumenep. “Untuk bisa menjangkau kepulauan ini kita mendapatkan support yang luar biasa dari Bapak Pangkoarmada II (Laksda TNI Heru Kusmanto) dan Danlantamal V (Laksma TNI Tedjo Sukmono),” ujarnya

Gubernur wanita pertama di Jatim tersebut menyebut kebersamaan ini menjadi sesuatu yang sangat penting. “Jadi sinergitas antara seluruh elemen-elemen di Jatim menjadi hal yang sangat penting,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dari keterangan epala BPBD Jatim di Sapudi ada sumber air namun butuh pipa atau instalasi dan sarana prasarana. “Maka saya juga mengajak Pak Kepala Dinas PU Sumber Daya Air untuk bisa melihat di titik mana sebetulnya kalau butuh distribusi air,” imbuhnya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. “Kebetulan Jatim itu PR kedua setelah DKI. Maka di beberapa kesempatan saya selalu menyampaikan menanam, menanam, menanam. Terutama trembesi, trembesi, trembesi. Kenapa? Karena itu bisa menyimpan cadangan air,” ujarnya.

“Kita ingin irigasi yang mampet itu bisa dicoba, buka kanal yang mana kita bisa berbagi tugas. Ini pemerintah pusat, ini pemprov, ini pemkab. Bahkan mungkin dari dana desa untuk atasi kekeringan dengan membangun sarana dan prasarananya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan