Operasi Zebra Semeru 2019, Pelanggaran Turun 12 Persen

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Dalam kurun waktu dua Pekanbaru atau 14 hari, Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mencatat terdapat 27.615 pelanggaran selama Operasi Zebra Semeru 2019 yang digelar mulai tanggal 23 Oktober hingga 5 November.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut masih didominasi oleh pengendara roda dua (sepeda motor) yang tidak mengenakan helm SNI.

“Jumlah pelanggaran tahun ini mengalami penurunan sebesar 12 persen dibanding tahun lalu. Namun, tak semua pelanggaran tersebut dikenakan pelanggaran tilang oleh petugas. Ada juga pelanggaran namun cukup dikenakan teguran,” jelasnya, Jumat (8/11/2019).

Kombes Budi Indra menjelaskan bahwa angka pelanggaran tahun ini relatif menurun ketimbang tahun lalu. Tercatat tahun lalu terdapat 31.373 pelanggaran selama 2018 yang berarti terdapat penurunan sebesar 12 persen.

Lebih lanjut perwira menengah Polri dengan tiga melati dipundak tersebut mengungkap, selain didominasi oleh pengendara roda dua yang tak mengenakan helm, juga ada jenis pelanggaran lain seperti melawan arus, berkendara dengan menggunakan handphone, dibawah pengaruh alkhohol, pengendara dibawah umur dan tak mengenakan sabuk pengaman. 

Kendati mengalami penurunan di sejumlah aspek, terdapat pula peningkatan jumlah pelanggaran terhadap sejumlah kasus seperti melebihi batas kecepatan dan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan yang naik hingga 100 persen.

“Pengendara kendaraan dengan melebihi batas kecepatan, ada 827 kasus dari 277 kasus pada operasi tahun lalu, naik 199 persen. Kemudian tak melengkapi surat-surat ada 50.943 kasus dari 18.716 kasus pada tahun lalu, naik menjadi 172 persen,” pungkasnya.

Untuk diketahui dalam operasi kali ini pihak Ditlantas Polda Jatim memprioritaskan 8 jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi prioritas penindakan seperti pelanggaran batas kecepatan, tidak memakai sabuk pengaman, dan penggendara yang tidak membawa surat-surat kelengkapan.

Selain itu pelanggaran berupa melawan arus, pengendara yang kedapatan berada dibawah pengaruh alkohol, tidak memakai helm standard SNI, pengendara dibawah umur dan menggunakan ponsel saat berkendara. 

Tinggalkan Balasan