Polisi Pastikan Adanya Dugaan Unsur Pidana Terkait Ambruknya Atap SDN Gentong

oleh -

sergap TKP – SURABAYA 

Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur memastikan adanya dugaan unsur pidana terkait ambruknya atap SDN Gentong, Kab. Pasuruan yang menewaskan seorang guru dan siswa beberapa waktu yang lalu.

Dugaan adanya unsur pidana dalam kasus ini merupakan hasil pemeriksaan empat orang saksi, dimana diduga ada unsur kelalaian sesuai Pasal 359 KUHP dan unsur tindakan pidana korupsi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan terkait unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa dan luka berat serta ringan sesuai Pasal 359 KUHP bakal ditangani oleh pihak Polres Pasuruan sedangkan terkait korupsi bakal ditangani Subdit Tipidkor Polda Jatim.

“Untuk pidana 359 ditangani Polres Pasuruan Kota. Tipidkor ditangani Polda Jatim melalui Subdit Tipidkor Ditreskrimsus,” ungkap Barung Mangera di Mapolda Jatim Surabaya, Jumat (8/11/2019).

Hal tersebut diputuskan usai gelar perkara yang dilaksanakan Polda Jatim bersama Polres Pasuruan tanggal 7 November 2019 jam 20.00 WIB. “Kita sampaikan update karena jadi perhatian publik. Kami gelar setransparan mungkin, siapa tersangka dan siapa saksi sudah cukup,” jelasnya.

Barung mengatakan, materi dugaan korupsi itu sesuai hasil penyidikan laboratorium forensik (labfor). “Untuk hasil labfor sudah dapatkan itu. Tinggal combine (gabungkan), karena ada material dan konstruksi yang tidak sesuai,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya pihak Polda Jatim telah memeriksa empat orang saksi diantaranya Pegawai Dinas Pendidikan Kota berinisial RTH, Pasuruan yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen saat ini. Direktur CV Andalus berinisial LS, Direktur CV DHL Putra berinisial SSM, dan MR selaku Pejabat Pembuat Komitmen rehabilitasi gedung SDN Gentong tahun 2012. 

Tinggalkan Balasan