Puluhan Member Investasi MeMiles Datangi Polda Jatim

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Puluhan member investasi PT Kam and Kam melalui aplikasi MeMiles mendatangi Polda Jatim. Kedatangan para member ini bukan untuk melaporkan investasi tersebut melainkan memprotes penutupan aplikasi tersebut.

Bahkan salah seorang member MeMiles, Ikhsan Aziz (38) asal Bekasi menyebut pihaknya merasa sangat dirugikan dengan penutupan aplikasi MeMiles. Sebab menurut mereka tidak ada yang salah dengan investasi yang dianggap ilegal tersebut.

“Dirugikan sekali kalau ditutup. Jadi aktivitas member yang tadinya rutin sekarang jadi begini,” ungkap Ikhsan, Selasa (14/1/2020).

Ia menjelaskan keuntungan dari MeMiles adalah member mendapat mobil setelah membeli slot iklan. Dimana dengan membeli slot iklan tersebut.

Keuntungan jika membeli slot iklan itu adalah perusahaan mengeluarkan strategi promo yang dilakukan tempat lain dengan bayar Rp 5 juta dan mendapat mobil.

“Iklan member tergantung member. Jadi tidak bisa dibatasi orang saya sudah beli slot iklan. Dalam aplikasi MeMiles member membeli slot iklan yang boleh kita gunakan kapanpun bentuk apapun. Kemudian di mana janggalnya ? Orang masang iklan kan bebas,” ucapnya.

Transaksi semacam ini menurutnya wajar dilakukan oleh perusahaan. Sebab dirinya akan mendapat keuntungan seperti mobilnya akan laku jika diiklankan. Sedangkan untuk reward yang didapat merupakan bonus dari performa.

“Saya pasang iklan jual mobil laku di situ. Kalau reward bonus itu dari performa saya, kalau tidak dapat ya ikhlasin saja kan bonus. Terkait akselerasi kita dalam aplikasi itu. Saya belum dapat reward cuma kita nunggu jatah pembagian tapi saya tidak nunggu reward,” katanya.

Sementara terkait dengan teknis untuk bergabung dalam investasi tersebut, Ia mengaku sama seperti perekrutan lain, dimana member harus punya rekrutan baru untuk dapat memasang iklan.

Untuk itu pihaknya berharap, polisi dapat mengkaji penutupan aplikasi MeMiles.

“MeMiles itu punya potensial viewer yang bagus buat saya. Siapapun yang liat iklan saya pasti punya uang dan KTP. Startup model begini bagus biar tidak tergantung dengan aplikasi luar negeri. Ini ide cemerlang yang dibuang ke sampah,” katanya.

“Kalau bersalah silahkan diproses, kalau aplikasi tidak salah. Kalaupun bersalah harus diperbaiki sistem ini. Ini aplikasi pengiklan, ada satu perusahaan yang runningnya sama seperti saat ini sudah berduit berjalan lancar dan punya karyawan banyak,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan