BNNP Jatim Amankan 8.150 Gram Sabu Asal Malaysia

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu asal Malaysia. Dalam pegungkapan tersebut pihak BNNP berhasil menyita barang bukti sabu seberat 8.150 gram.

“Barang bukti narkotika jenis sabu ini disita dari tersangka ZA dan IP tanggal 28 Desember 2019 sekitar pukul 10.00 WIB di Hotel IBIS STYLES Jl Raya Jemursari No. 110-112 Surabaya,” kata Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambada, Selasa (11/2/2019).

Barang bukti tersebut disita usai petugas mengamankan kedua wanita asal Batam tersebut di dalam kamar hotel nomor 906 dan setelah dilakukan penggeledahan petugas akhirnya berhasil menemukan barang bukti yang terbagi dalam delapan paket tersebut.

Kepada petugas keduanya mengaku disuruh  mengirim barang haram tersebut oleh bosnya di Malaysia ke Surabaya. “Tersangka mengakui disuruh oleh bosnya Abang di Malasyia untuk mengirimkan narkotika jenis sabu ke Surabaya,” jelasnya.

Barang haram tersebut dibawa melalui jalur darat dari Batam ke Jakarta dengan bus dan dilanjutkan ke Surabaya dengan kereta api. Keduanya membatalkan rencana awal melalui jalur laut lantaran adanya pemeriksaan x-ray di pelabuhan Batam.

Dalam upaya penyelundupan sabu tersebut tersangka ZA dijanjikan oleh bosnya akan diberikan satu unit mobil honda jazz dan dalam pengiriman ini ZA dan IP sendiri sudah menerima upah sebesar Rp 32 juta yang ditransfer ke rekeningnya.

Selain kedua tersangka petugas juga turut meringkus seorang pria berinisial ME, warga Pamekasan yang berperan mengambil sabu di kamar yang sudah dipesan ZA dan IP untuk menyimpan sabu.

Me mengaku diperintahkan oleh seseorang dengan panggilan KOKO yang merupakan bosnya di Malaysia untuk mengambil tujuh bungkus sabu dengan berat 7.627 di dalam koper hitam yang diletakan di kamar 910.

Untuk pengambilan sabu ini tersangka ME dijanjikan oleh bosnya upah sebesar 7000 ringgit atau sekitar Rp 21 juta. Tersangka ME juga mendapat biaya operasional sebesar Rp 2 juta sebagai biaya transportasi.

Akibat perbuatannya tersebut tersangka yang berjumlah tiga orang tersebut terancam bakal dikenakan Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Tinggalkan Balasan