Buron Selama 6 Tahun, Tertangkap Saat Bersembunyi Di Rumah Tua

oleh -

sergap TKP – KEBUMEN

Setelah sebelumnya sempat menjadi buron selama 6 tahun, YT (53) asal warga Desa Karanggadung akhirnya berhasil ditangkap.

“Tersangka YT, ditangkap tim Unit Reskrim Polsek Petanahan Polres Kebumen saat bersembunyi di sebuah rumah tua di Desa Munggu pada hari Kamis (7/5/2020) dini hari,” kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat press rilis didampingi Kapolsek Petanahan AKP, Di Mapolsek Kebumen, Rabu (13/5/2020).

Kapolres menjelaskan, YT menjadi buronan polisi selama 6 tahun terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan korban bernama Harjo Wintono (63) meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Tersangka pelaku mengaku tega menghabisi nyawa korban lantaran kesal dengan korban karena tahun 2014 silam, korban menyiram bibit tanaman pepaya milik tersangka dengan racun rumput sehingga mati dan mengering.

“Selanjutnya, dendam semakin memuncak saat korban yang juga Ketua RT tidak mendata tersangka agar mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah di era Presiden SBY,” ujar AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Diduga karena kekesalan yang memuncak, tersangka kemudian menikam korban dengan senjata tajam pada bagian perut korban. Pada saat itu korban sempat menjalani perawatan medis, namun diduga akibat luka tusukan tersebut, korban akhirnya meninggal dunia.

“Korban yang juga adik sepupu tersangka itu, meninggal dengan luka di bagian perut setelah ditusuk dengan senjata tajam oleh tersangka,” terang AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Mengetahui korban tewas, Tersangka yang ketakutan kemudian melarikan diri ke Pulau Sumatera, sedangkan barang bukti pisau yang digunakan untuk membunuh korban kemudian dibuang di Selat Sunda Merak.

Dalam pelariannya tersangka mengaku sering dihantui bayangan korban. Sehingga selama 6 tahun menghilang dari kejaran petugas, tersangka selalu berpindah-pindah tempat tinggal.

“Tersangka terakhir menetap cukup lama di Jakarta dan bekerja sebagai kuli bangunan di sana. Namun karena situasi Corona, tersangka diberhentikan dari pekerjaannya sehingga memutuskan pulang ke Kebumen dan akhirnya berhasil ditangkap,” tutur AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Sementara itu, Tersangka YT kepada polis mengakui secara sengaja selama ini menghindar dari kejaran polisi karena takut ditangkap seusai melakukan aksi pembunuhan 6 tahun silam.

Tersangka juga mengaku, memilih pulang ke kampung halamannya setelah mengira jika kasus yang pernah dilakukannya telah selesai dan dilupakan.  

“Saya mengira kasusnya sudah selesai karena sudah lama. Saya lari karena takut ditangkap polisi,” kata YT.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Tersangka YT dijerat Pasal 355 Ayat (2) KUH Pidana, tentang penganiayaan berat menyebabkan matinya korban, dan atau Pasal 351 Ayat (3) KUH Pidana, tentang penganiayaan menyebabkan orang meninggal dunia dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Tinggalkan Balasan