Anak Kandung Digorok Hingga Tewas

oleh -

sergap TKP – BENTAENG

Seorang remaja berinisial ROS (16) warga Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Tewas diduga akibat digorok oleh orang tuanya bernama Darwis.

Informasi yang beredar, satu keluarga yang terdiri 9 orang yakni 4 orang laki-laki dan 5 perempuan itu, diduga lantaran malu dengan ulah korban yang melakukan perbuatan tak terpuji kepada seorang gadis yang masih terikat hubungan keluarga.

Kesembilan orang yang diduga pelaku tersebut masing-masing berinisial, DG (50), A (50), RD (30), HD (28), ND (21), AD (20), SD (14), AJ (40), RA (24).

Tak hanya menghabisi nyawa anak kandungnya, Warga yang melintas di depan rumah pelaku ini juga menjadi korban pelampiasan amarah mereka bahkan ada yang sempat dihadang menggunakan parang kemudian di sandera.

Akibatnya, 3 orang yang mereka sandera yakni, Sumang (45), Irfandi (18), dan Enal (25). Dua diantaranya mengalami luka senjata tajam.

Kapolsek Tompobulu, Iptu Suhardi mengatakan, Informasi dari warga menyebutkan sekitar 11.30 Wita, Pelaku bernama Darwis sempat mengadang warga yang melintas di depan rumahnya.

“Ada dua korban saat itu yaitu, Enal dan Summang. Keduanya saat lewat di depan rumah pelaku langsung ditebas menggunakan parang oleh Darwis.,” kata Iptu Suhardi.

Setelah kejadian, keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat oleh warga untuk mendapatkan perawatan.

Sementara korban satu korban lainnya (Irfandi) berhasil diselamatkan setelah personel Polsek Tompobulu bersama Polres Bantaeng mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan para pelaku.

Saat ini Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng, saat ini masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut, Pasalnya, yang diduga terlibat melakukan pembunuhan satu keluarga, termasuk orangtua dan kakak-kakak korban.

Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng telah mengamankan satu keluarga ini, dan polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut, Pasalnya, yang diduga terlibat melakukan pembunuhan satu keluarga, termasuk orangtua dan kakak-kakak korban.

Tinggalkan Balasan