Idul Fitri di Tengah Pandemi Corona, Gubernur Khofifah Gelar Takbiran Online 5 Benua

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Situasi di tengah pandemi Corona Virus Disease tak kunjung berakhir dan trennya justru kian meningkat. Suasana jelang Idul Fitri juga nampak berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Untuk mensiasati hal tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak kehabisan akan untuk merayakan hari kemenangan dengan menggelar takbiran akbar online di malam Hari Raya Idul Fitri 2020.

Kegiatan ini rencana tidak hanya akan diikuti oleh warga Jawa Timur saja, melainkan juga bakal diikuti warga Jatim yang berada di luar negeri, tepatnya di lima benua mulai dari Hongkong, Jerman, Australia, Maroko dan Amerika Serikat.

Takbiran akbar online ini sendiri bakal melalui aplikasi Zoom. Di Hongkong, takbiran akan dilaksanakan secara live di Masjid Tsim Tsa Tsui Hongkong bersama warga Jatim dan Pengurus Cabang Istimewa Muslimat NU Hongkong.

Di Jerman, akan dilakukan secara live dengan Gus Oding dari Jombang, Mahasiswa S3 di KIT Jerman, alumni ITS dan Cicit KH Bisyri Syansuri.

Selanjutnya di Belanda, takbiran ini bakal dilakukan bersama Dwi Resty Ariesta Dewi dari Surabaya yang tengah menempuh S3 di University of Twente, Netherland.

Untuk takbiran online di Australia akan dipimpin oleh Imam Malik dari Banyuwangi, yang sedang menempuh S3 di Western Sydney University. Sedangkan di Maroko, takbiran akan dilaksanakan oleh Alfian Iqbal Zahasfa dari Jember- Mahasiswa S3 Universitas Dar El Hadith El Hassania–Rabat.

Sementara di Amerika Serikat, takbiran online akan dilakukan bersama Dimas Iqbal Romadlon dari Kota Batu, yang tengah menempuh S3 di University of Washington, Seattle, Amerika.

“Tetap meriah, tetap semarak meskipun pelaksanaannya dilakukan dengan cara berbeda. Kita manfaatkan semua fasilitas teknologi yang dimiliki,” ungkap Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (23/5/2020).

Takbiran ini juga bakal diikuti oleh sejumlah tim medis di Rumah Sakit Dr. Soetomo, tim check point PSBB di Bundaran Waru, TNI/Polri, Bupati Sampang H Slamet Junaidi, Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, dan Walikota Mojokerto Hj. Ita Puspitasari.

Tidak hanya itu turut dalam takbiran online ini Ketua DPD RI La Nyala Mataliti, Wagub Jatim Emil Dardak, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Kapolda Irjen Pol M Fadil, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim, dan Kajati Jatim.

“Semua elemen kami coba rangkul ikut serta, termasuk paguyuban-paguyuban warga Jatim yang ada di Jakarta dan tidak bisa mudik tahun ini,” ungkap orang nomor satu di Jawa Timur ini.

Pihaknya juga menegaskan telah melarang takbiran keliling dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19.
Khofifah juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan tradisi lebaran berupa bersalaman secara langsung di tengah pandemi ini.

“Untuk sementara, selama pandemi ini belum berakhir sebaiknya tidak melakukan kontak fisik, berupa jabat tangan maupun cipika cipiki. Sebagai gantinya bisa melakukannya dengan telepon, whatsapp, sms, video call, dan lain sebagainya,” imbaunya.

Pandemi corona di Jatim sendiri merupakan yang terbanyak kedua kasus positifnya, sehingga akan sangat berbahaya jika ada kerumunan dan kontak fisik. Khofifah juga meminta untuk tidak melakukan tradisi berkunjung ke sanak saudara saat Lebaran.

Tinggalkan Balasan