Penggagas “Aplikasi Simatahati” Dipromosikan Sebagai Agen Intelijen Baintelkam Polri

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Tak terasa hampir sembilan bulan AKBP Sutrisno HR., S.H., SIK., M.Si., menjabat sebagai Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) di Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).

Berbagai terobosan dilakukan AKBP Sutrisno dalam memajukan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) di Polda Jatim dalam melayani masyarakat.

Dari sekian banyak  terobosan yang dilakukan, Salah satunya yakni Aplikasi Simatahati atau Sistem Manajemen Tahanan dan Barang Bukti.

“Aplikasi Simatahati atau Sistem Manajemen Tahanan dan Barang Bukti adalah aplikasi yang diterapkan untuk memudahkan keluarga dalam membesuk tahanan yang ada di Polda Jatim dan jajaran, baik Polres hingga Polsek.” kata AKBP Sutrisno. Jumat (8/5/2020).

Meski saat ini mendapat promosi jabatan sebagai Agen Intelijen Kepolisian Madya TK III Baintelkam Polri. AKBP Sutrisno ingin mengenalkan kembali Aplikasi Simatahati dan berharap aplikasi ini dapat terkoneksi seluruh Indonesia.

“Obsesi ke depan, saya ingin inovasi ( Aplikasi Simatahati) yang saya bangun ini bisa tersampaikan ke Jakarta. Saya akan sampaikan hal ini kepada Karorenmin, dan kalau bisa aplikasi milik saya ini bisa terkoneksikan di seluruh Indonesia,” ujar AKBP Sutrisno.

Alumnus Akpol 2000 ini berharap, aplikasi simatahati ini bisa dipakai dibidang Intelijen guna sebagai acuan kepengurusan SKCK. Bahkan kalau bisa aplikasi ini bisa terkoneksi disemua instansi.

“Seperti halnya sistem yang diterapkan Dispendukcapil dalam mengkoneksikan data tiap-tiap penduduk hingga menjadi database yang singkron. Saya ingin aplikasi ini bisa muncul se Indonesia. Sehingga nantinya bisa saling terintegrasi,” tutur AKBP Sutrisno.

Mantan Kapolres Tuban ini menambahkan, aplikasi simatahati ini nantinya juga tidak hanya untuk keluarga tahanan saja. Tapi bisa juga terintegrasi dalam kepengurusan SKCK di kepolisian.

Semisal ada perusahaan yang melakukan perekrutan terhadap calon pegawai. Pihaknya menyarankan untuk datang langsung ke bagian Intelijen dan mengetikan nomor yang sudah terintegrasi. Sehingga bisa mengetahui seseorang (calob pegawai) ini pernah berurusan dengan hukum atau tidak.

“Semua data terintegrasi. Misalnya, kalau mau urus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) pun bisa dicek. Kalau pernah menjadi tahanan maka bisa terdeteksi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan