Polrestabes Surabaya Amankan 100 Kg Sabu Dan 4000 Butir Happy Five

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Setelah melakukan penyelidikan sejak bulan April 2020, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya akhirnya berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika jaringan internasional.

Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan, Hasil pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan empat orang tersangka satu diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timas panas lantaran diduga berusaha melawan saat hendak ditangkap.

“Keempat pelaku yang diamankan tersebut masing-masing berinisial HIS (38) warga Surabaya, AU alias BD (23) warga Surabaya, WRH warga Surabaya, dan YK (46) warga Sidoarjo.” Kata Irjen Pol Mohammad Fadil Imran didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. Selasa (12/5/2020).

Selain mengamankan para pelaku, dari pengungkapan kasus tersebut polisi juga mengamankan barang bukti berupa 100 Kg narkotika jenis sabu dan 4000 butir psikotropika jenis Happy Five

Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, Kronologi pengungkapan kasus ini bermula pada tanggal 1 Mei 2020 Tim Opsnal berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka JK diwilayah Sukodono Sidoarjo dengan barang Bukti berupa Narkotika Jenis Sabu dengan berat 25 gram,

Berdasarkan keterangan tersangka JK, diperoleh data bahwa tersangka mendapatkan barang narkotika jenis sabu di daerah Surabaya dengan sistim Transaksi dengan kode bersandi dan dikembangkan tersangka BD DKK dgn barang bukti 100 gram narkotika jenis sabu dari hasil pemeriksaan dilakukan pengembangan terhadap target (IHS) yang merupakan residivis narkotika tahun 2015.

“Dari data tersebut selanjutnya petugas melakukan penyelidikan, kemudian Pada hari Senin , tanggal 11 Mei 2020 petugas berhasil melakukan Penangkapan terhadap tersangka IHS dan dilanjutkan dengan melakukan penggeledahan di sebuah Kamar Apartemen diwilayah Surabaya dan ditemukan BB narkoba jenis sabu sebanyak 90 (sembilan puluh ) Kg dan Happy Five,” ujar Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko.

Selanjutnya petugas melakukan intrograsi terhadap tersangka IHS bahwa Narkoba tersebut didapat dengan cara sistem sistim Transaksi dengan kode bersandi dari KOKO (DPO) di wilayah Slipi Jakarta Pusat pada pertengahan Bulan Februari 2020 dengan tujuan untuk diedarkan tapi sudah digagalkan anggota satresnarkoba Polrestabes surabaya. Dari hasil introgasi tersangka diperoleh keterangan bahwa tersangka menyimpan sebagian barang bukti Narkotika Jenis Sabu di sebuah kontrakan di daerah Surabaya.

Berdasarkan hasil introgasi tersebut selanjutnya Tim Opsnal langsung melakukan pengembangan dan pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu buah tas merk Oakley warna abu abu yang di dalamnya berisi narkotika jenis Sabu dengan berat kurang lebih 10 kg.

Kapolrestabes Surabaya menambahkan, Pada saat petugas sedang melakukan penggeledahan tas  tersebut, tersangka tiba-tiba mengambil satu pucuk senpi rakitan jenis Revolver yang disimpannya di balik tumpukan bajunya.

“Karena membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat, maka petugas kemudian melakukan tindakan tegas terukur ke arah dada tsk sebelah kiri sebanyak 2 kali dengan terlebih dahulu memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia pada saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit.” Terang Kombes Pol Sandi Nugroho.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka  IHS disangkakan Pasal 114 Ayat (2) dan. Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 (lima) tahun penjara dan maksimal 20 (duapuluh) tahunpenjara / hukumanmati;;Pasal 3 Jo Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang ( TPPU )

“Sementara, tersangka  BD dan YK disangkakan Pasal 114 Ayat (2) dan. Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika; dengan ancaman hukuman minimal 5 (lima) tahun penjara dan maksimal 20 (duapuluh) tahunpenjara / hukumanmati.” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan