Puluhan Remaja Dihukum Push Up Usai Langgar Jam Malam PSBB Tahap II di Surabaya

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Masih banyak masyarakat yang tidak patuh dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di wilayah Surabaya Raya, salah satunya merupakan kalangan remaja yang masih nongkrong di malam hari.

Kendati pemerintah telah mengatur tentang jam malam masih ada saja mereka yang nongkrong di malam hari khususnya di warung kopi yang juga ternyata masih buka meski sudah dilarang beroperasi melewati jam malam.

Alhasil para pelanggar ini harus menerima sanksi usai terciduk tengah nongkrong oleh  petugas gabungan dari Polda Jatim dan Satpol PP Jatim.

Selain sanksi penyitaan KTP (Kartu Tanda Penduduk), puluhan remaja yang kedapatan nongkrong di warkop saat jam malam juga dihukum fisik dengan melakukan push up.

“Sebenarnya ini hanya sebagai shock theraphy bagi anak-anak muda. Karena hampir setiap malam kita patroli, terutama anak-anak muda ini yang memenuhi warkop-warkop di Surabaya,” kata Kasub Subdit Banops Covid 19 Polda Jatim, Kompol Kamran, Rabu (20/5/2020) malam.

Hukuman push up ini sendiri untuk memberi efek jera bagi para remaja dan membiasakan diri lebih disiplin, terlebih saat ini pemerintah tengah mengusahakan untuk menekan angka penyebaran Covid 19.

Hukuman fisik tersebut sendiri juga sekaligus untuk melatih kekebalan tubuh anak muda di tengah pandemi Covid 19. Kendati demikian pihaknya juga tetap memberikan nasehat pada remaja tersebut.

“Kami berikan nasehat dan sosialisasi tentang bahaya Covid 19. Kami jelaskan juga bahwa penularan Covid sangat cepat sehingga harus diantisipasi menggunakan masker, gunakan hand sanitizer, dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” bebernya.

Para pelanggar ini juga telah diperingatkan untuk tidak kembali nongkrong di warkop selama pandemi. “Fakta bahwa Jawa Timur ini peringkat kedua pasien Covid 19 terbanyak di Indonesia. Untuk mengurangi jumlah penularan, maka warga juga harus disiplin dengan tetap menjaga jarak. Menerapkan social dan physical distancing,” tegasnya.

“Karena yang kelihatan ini, anak muda yang paling membandel. Nah, kalau kita tidak kerja sama, tidak disiplin, apapun yang dilakukan pemerintah itu tidak akan pernah tercapai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan