Ditengah Pandemi Polisi Grebek Cafe di Blitar Yang Sediakan Jasa Prostitusi

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Aparat Unit III Asusila Subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan 19 orang dari R3 Cafe, Rejosan, Ngoran, Nglegok, Kab. Blitar.

Belasan orang tersebut diamankan petugas usai menerima laporan adanya dugaan tindak pidana mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran.

Dalam kasus ini pihak kepolisian telah menetapkan seorang waiters inisial D yang diduga menyediakan 20 Ladies Companion / LC yang tidak hanya pemandu lagu namun juga dapat memberikan layanan plus seperti layanan seks di room karaoke.

Alhasil saat dilakukan penggerebekan dan penggeledahan petugas mendapati seorang LC tengah melakukan hubungan seks di dalam room karaoke VIP 4 dengan posisi LC duduk diatas pangkuan tamu pria dengan tidak memakai celana dalam dan roknya diangkat sepinggang.

Dari situ petugas kemudian mengamankan barang bukti berupa sebuah celana dalam wanita warna putih, sebuah bra warna biru dongker, sebuah kondom bekas pakai, dan uang tunai sebesar Rp. 1.845.000.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan pihak kepolisian telah menetapkan seorang tersangka inisial D dan telah memeriksa 12 orang saksi.

“Saat ini prosesnya masih proses penyidikan dan telah memeriksa sebanyak 12 dari yang 19 awal diamankan,” ungkap Truno saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (30/6).

Pihaknya juga telah menyita berbagai alat bukti terkait tindak pidana memudahkan adanya suatu proses cabul pada suatu tempat atau menyediakan tempat atau orang.

“Kemudian ada 12 orang LC yang kita lakukan proses pemeriksaan, 1 orang tamu, 1 orang kasir, 4 orang waiters, dan 1 security,” lanjut Truno.

Pihakny juga mengaku saat ini laporan polisi sudah diterbitkan dengan persangkaan pasal 296 dan 506 KUHP. “Ancaman hukuman satu tahun 4 bulan maka dalam ketentuan KUHAP tidak dapat dilakukan proses penahanan,” imbuhnya.

Kendati tidak dilakukan penahanan tersangka tetap diwajibkan wajib lapor. “Posisinya tidak dilakukan proses penahanan namun diwajibkan lapor dengan domisilinya di Blitar,” terang Kabid Humas.

Adapun tarif yang dipatok mencapai Rp 1 juta untuk sekali layanan seks. “Untuk tarif 800 ribu sampai 1 juta rupiah, untuk satu pelanggan dan satu yang disediakan untuk pasangannya itu senilai 800 ribu sampai 1 juta rupiah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan