Jemput Paksa Jenazah Covid-19, Polisi : Ancamannya Diatas 5 Tahun

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Munculnya klaster jenazah yang disebut oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo sebagai salah satu penyebab peningkatan kasus positif Corona di Jatim.

Untuk itu pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penjemputan paksa jenazah Covid-19. Sebab munculnya klaster ini dari masyarakat yang nekat menjemput paksa jenazah keluarganya yang terkonfirmasi positif Corona.

Bahkan beberapa diantara jenazah yang dijemput tersebut tidak dimakamkan dengan prosedur atau pedoman pemulasaraan jenazah sesuai protokol pencegahan Covid-19.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa siapapun yang menjemput paksa jenazah bakal terancam pasal berlapis dari KUHP maupun UU karantina dan wabah penyakit.

“Ancaman hukumannya itu justru di atas 5 tahun kalau melanggar Pasal 212, 214, dan 216. Belum ancaman hukuman melanggar UU karantina dan wabah penyakit,” papar Trunoyudo di Surabaya, Jumat (22/6/2020).

Terkait pelaku jemput paksa yang ternyata terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya mengaku tetap akan melakukan proses hukum. Namun demikian pihaknya tetap akan memberikan perawatan medis jika diperlukan.

“Proses penegakan hukum tetap dilakukan secara humanis dan solutif. Seperti yang mereka lakukan, kita tetap humanis, jika butuh perawatan medis kita rawat, terus treatment yang dilakukan kita treatment melalui RS Bhayangkara atau RS rujukan,” ujarnya.

“Yang terakhir masalah penegakan hukum, proses penegakan hukum ini juga kita lakukan untuk memberikan suatu efek jera baik bagi pelaku sendiri, keluarganya, atau bagi orang lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan