Kejagung Periksa Pejabat OJK

oleh -

sergap TKP – JAKARTA

Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana akan memeriksa oknum Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi (FH). Sabtu (27/6/2020).

Fahri rencananya akan diperiksa pada pekan depan terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

“Belum (pemeriksaan tersangka). Mudah-mudahan minggu depan,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Jumat (26/6/2020).

Terkait kasus tersebut, Kejaksaan menduga Hilmi mengetahui proses penyimpangan transaksi saham PT Asuransi Jiwasraya pada 2016.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menjelaskan Fakhri Hilmi saat itu masih menjabat sebagai Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal IIA OJK.

Ketika itu, Fakhri mendapat laporan tejadi dugaan penyimpangan transaksi saham yang merupakan tindak pidana pasar modal sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 8 tahun 1995.

Fakhri diduga tak memberikan sanksi yang tegas terhadap produk reksadana yang dimaksud karena telah ada kesepakatan dengan Erry Firmansyah dan terdakwa Joko Hartono Tirto yang diduga terafiliasi dengan Heru Hidayat.

“Dengan melakukan beberapa kali pertemuan yang bertujuan untuk tidak menjatuhkan sanksi pembekuan kegiatan usaha kepada 13 MI (Manajer Investasi),” ujar Hari Setiyono.

Akibat perbuatan Fakhri itu, kerugian negara dalam kasus ini menjadi bertambah hingga mencapai sebesar Rp.16,8 triliun pada 2018 lalu.

Fakhri dijerat dengan pasal Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaiman telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 56 KUHP.

Tinggalkan Balasan