Deteksi Penumpang Kapal, Pelindo Pasang Kamera Pintar

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Untuk mendetekti dan mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), PT Pelindo III Surabaya memasang thermal camera atau alat pemantau suhu tubuh manusia berbentuk kamera dengan kemampuan deteksi wajah.

Menurut Direktur PT Rakha Jaya Putra, RR Pungky Puspitasari selaku rekanan IT PT Pelindo III Surabaya mengatakan, Kamera pintar atau thermal camera tersebut dipasang di area akses masuk pengguna jasa atau penumpang kapal.

“Thermal camera ini fungsinya untuk grouping bukan untuk personal, misalnya kalau banyak orang, kita bisa nangkap semuanya, untuk personal satu-satu butuh waktu misalnya kita pakai travel Gun itu kan butuh jarak, jaraknya 25 cm atau 10 cm kalau ini sampai ke coverage 5 meter itu kita sudah bisa dideteksi,” kata RR Pungky Puspitasari. Rabu (22/7/2020).

Pungky menjelaskan, alat ini menjadi upaya proteksi awal yang sangat efektif karena bisa melihat dengan cepat suhu tubuh seseorang yang akan masuk ke wilayah Loket Pelayanan atau penumpang di lokasi tersebut.

“Karena covering kamera sudah 90°, jadi ini mempermudah semuanya, tidak harus satu-satu, kalau 1-1 dengan Sekian banyak visitor atau pengunjung di dalam satu tempat seperti terminal, rumah sakit, hotel ataupun pasar pusat pembelanjaan itu akan bikin waktunya habis hanya untuk ini,” ujar Pungky.

Kamera ini, kata Pungky juga mempunyai kelebihan yang menggunakan pendeteksi face mask, kalau kita tidak pakai masker, alarmnya bunyi peringatan sambil bilang harus pakai masker. Camera ini punya kepekaan.

Kepekaan ini kita ambil dari face Mask. Kenapa kita pakai kepala, kita ambil itu karena kalau kita menggunakan baju, baju ini adalah media, suhu badan akan diredam oleh kain, kalau kita langsung ke kulit kepala itu beda karena terbuka itu adalah sangat membantu sekali.

“Benefitnya lagi adalah selain ada grouping bisa diambil, adanya masker face mask detection yang bisa dibaca orang bisa diperingatkan misal, ih kamu harus pakai masker.nah itu jangan kita tidak harus memiliki jarak dekat dan bersentuhan dengan banyak pihak, kita bisa standing dan controling bisa doing something bisa melakukan pekerjaan yang lain tidak hanya satu fokus untuk tangan ini bisa bergerak maju Hanya seperti thermo Gun, kita bisa lihat kita analisa dan video ini bisa kita buat untuk kamera ini bisa kita rekam, kita simpan, bisa dibikin Cloud system” terang Pungky.

Disamping itu, lanjut Pungky, kalau terjadi apa-apa kan bisa buka lagi datanya, itu yang kita lakukan Kenapa kita bikin display seperti ini, fungsi dari ini kan kenapa kita pakai Smart TV, kenapa kita bisa pakai beberapa alat, supaya itu mempermudah kerja kita saja.

Secara internal data yang diambil oleh pihak customer atau klien atau siapapun itu pasti bisa dengan mudah mereka bisa tahu berapa visitornya, masalahnya ada problem apa, mereka bisa tahu, kita bisa tarik mundur lagi.

Tapi sejauh ini yang kita lihat di mall itu kan cuma stand alone, itu di mana dia cuma berdiri sendiri, cuma recovering itu tanpa recording.

Kalau kita ini kan recording, ada sistem data yang kita simpan, biasanya para owner dari satu perusahaan atau government pun, mereka bisa langsung showing Oh inilah yang terjadi di area itu Tanpa mereka juga harus turun langsung, bisa melalui handphone mereka masing-masing.

“Nanti kita kan ada I.T sendiri yang khusus untuk mereka, oh itu kalau sampai terjadi grouping pada salut ada penanganannya, protokolnya sudah pada jalan.” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan