Gagalkan Pengiriman 3 Paket Ganja, Polda Maluku Utara Tangkap Dua Orang Pelaku

oleh -

sergap TKP – MALUKU

Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku Utara (Malut) berhasil menggagalkan upaya pengiriman 3 paket ganja berukuran besar dengan berat 2,5 kilo gram dan satu paket kecil berukuran 47,80 gram yang dipasok dari Medan Provinsi Sumatera Utara.

Dari pengungkapan kasus ini, selain mengamankan kurang lebih 3 kilogram ganja siap edar, Polisi juga berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku.

Kedua pelaku yang diamankan tersebut, masing-masing berinisial RR alias Dhani dan AK alias Kamal (pemilik barang).

Kapolda Malut, Irjen Pol. Rikhwanto, mengatakan, pengungkapan kasus kiriman ganja asal Medan ini berawal dari penangkapan terhadap tersangka RR yang melakukan pengiriman barang di salah satu jasa pengiriman J&T yang beralamat di lokasi Kelurahan Stadion pada Kamis (18/62020) sekitar pukul 21.00 Wit.

“Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut informasi masyarakat yang kita terima. Dari tangan RR anggota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa, narkotika jenis ganja dengan berat 2,5 kilo gram, 1 sachet sedang narkotika jenis ganja seberat berat 47,80 Gram, 1 handphone merk Samsung warna silver.” ujar Irjen Pol. Rikhwanto saat di lantai IV gedung Direktorat Lalu-Lintas (Ditlantas) Polda Malut. Rabu (1/1/2020)

Kapolda menambahkan, berdasarkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik, barang tersebut merupakan barang dari salah satu narapina (Napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambula Ternate dengan inisial AK alias Kamal.

“Dari pengembangan, AK mengakui bahwa barang itu merupakan barang miliknya yang dijemput RR di jasa pengiriman, tapi RR ini sebelumnya juga sudah pernah tertangkap dalam kasus narkotika yang keluar pada 2015 lalu,” kata Irjen Pol. Rikhwanto.

Kapolda juga menyatakan, saat ini kedua tersangka terus dilakukan pemeriksaan dan pendalaman atas kasus tersebut, bahkan Polda Malut juga melakukan koordinasi dengan Polda Sumatera Utara untuk melakukan pengembangan terhadap pelau yang melakukan pengiriman tersebut.

“Kasus ini dalam pengembangan dan kita juga sudah kerja sama dengan Polda Sumut, untuk AK yang merupakan Napi akan tetap dihukum dan mungkin akan kembali berjalan setelah kasus lama berakhir,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Malut, Kombes Pol Setiadi Sulaksono menyatakan, modus yang digunakan untuk mengelabui petugas dengan membungkus menggunakan celana jeans.

“Atas perbuatan tersebut, keduanya dijerat dengan pasal 111 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2), UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman, pasal 111 ayat (2), pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan