Polda Riau Ungkap Kasus Penyulingan Minyak Mentah Ilegal

oleh -

sergap TKP – DUMAI

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau berhasil mengungkap kasus penyulingan minyak mentah ilegal yang diambil dari sumur PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) di Kota Dumai Riau. Minggu (19/7/2020).

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan empat orang tersangka pelaku.

Keempat pelaku yang diamankan tersebut berinisial, DA (58) berperan sebagai pengelola dan pengawas kegiatan penyulingan minyak, BS (27) dan JN (46) berperan sebagai pekerja. Kemudian satu orang yakni AM (38) yang merupakan salah seorang oknum karyawan PT. Arthindo Utama yang merupakan kontraktor PT. Chevron Pacific Indonesia yang bertugas membersihkan dan memperbaiki sumur minyak.

Hasil ungkap kasus ini polisi juga menyita sebanyak 46 ton BBM yang terdiri dari 14 ton minyak hasil olahan jenis yang disimpan dalam 15 tangki, 32 Ton minyak mentah, 12 ton diantaranya berada dalam tungku masak, 13 ton berada dalam bak timbun. Kemudian 7 ton berada dalam bak besi.

Kemudian, dua unit mesin hisap beserta selang, satu unit mesin donfeng, delapan unit mesin blower, empat buah tungku pemasak dan satu unit truk.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan, Operasi penyulingan minyak ini dilakukan di kawasan Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur.

“Lokasinya berada di tengah perkebunan kelapa sawit dan tidak begitu jauh dari pemukiman.” kata Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. Minggu (19/7/2020).

Di lokasi terlihat ditemukan tunggu penglohanan minyak mentah PT Chevron, puluhan drigen dan tanki berisi minyak mentah, premium dan solar. Ada tiga titik penyulingan seperti tempat pembakaran, penyulingan hingga gudang penyimpanan yang lokasinya berdekatan.

“Setiap bulan, kilang ilegal itu mampu mengolah 50 ton minyak mentah menjadi Solar dan Premium.” ujar Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, komplotan ini sudah melakukan aksi ilegal tersebut sejak dua tahun lalu. Dimana perbulannya mereka bisa mengolah 50 ton minyak mentah menjadi solar dan bensin.

Kapolda menjelaskan, modus yang dilakukan oleh tersangka AM adalah, mengambil hasil pembersihan sumur minyak berupa campuran minyak mentah yang bercampur dengan air dan lumpur (fluida).

Seharusnya fluida yang didapat dari hasil pembersihan dan perbaikan sumur minyak milik PT. Chevron keperusahaan itu sendiri melalui gathering station, namun oleh pelaku AM (32), fluida tersebut di jual dengan harga Rp.500 (Lima Ratus Rupiah) perliter kepada AW

“Sedangkan solar dan bensin hasil olahan illegal tersebut dijemput langsung oleh pelanggan yang membeli minyak tersebut dilokasi penyulingan. Minyak yang diolah PT Chevron ini kan milik negara, jadi harus dijaga,” bebernya.

Akibat perbuatannya, Para Tersangka dijerat dengan Pasal 53 Huruf A, C, Jo Pasal 54 Undang Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHPidana, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun

Tinggalkan Balasan