Ditresnarkoba Polda Jatim Gagalkan Upaya Peredaran Narkotika Jaringan Internasional

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Tim Unit III Subdit III Ditresnarkoba Polda Jatim berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jaringan internasional atau Malasyia.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka kurir bernama, Lugianto (38), warga Dusun Belahan Nongko RT 01 RW 01, Wonosunyo, Gempol, Pasuruan dan Nafiin Saiful Anam (23), warga Dusun Curahrejo, Pakel, Bareng Jombang.

Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Cornelis M Simanjutak didampingi Kasubdit 3 AKBP Aditya mengatakan, terbongkarnya kasus pengiriman SS dalam kemasan Guanyinwang Refined Chinese Tea (teh cina) berawal dari pengembangan kasus tersangka pengedar inex yang ditangkap belum lama ini.

Setelah dilakukan pengembangan penyelidikan melalui alat komunikasi, didapati nomor ponsel dan nama tersangka. Kemudian, polisi mendapatkan informasi, bila kedua tersangka hendak mengambil paket SS di Jakarta. Setelah mendapatkan perintah dari bandar, dua tersangka berangkat ke Jakarta menggunakan mobil rental dari Malang. Sesampainya di Jakarta tersangka menunggu perintah dari bandar selama dua hari. Setelah dibuntuti hari kedua tersangka mengarah ke kawasan Cengkareng. Mereka mengambil paket SS yang sudah dirajanjau di luar bandara.

“Paket tiga kemasan sabu teh cina itu diambil dari Cengkareng. Kemudian dibawa ke Pasuruan menggunakan mobil rental,” ujar Kombes Pol Cornelis M Simanjutak, Rabu (5/8/2020).

Kombes Pol Cornelis menambahkan, Setelah sampai di rumah tersangka Lugianto keesokan hari, sebanyak 3, 094 kg SS tersebut diturunkan dari mobil. Kemudian dimasukkan ke dalam rumah. Polisi lalu menggerebek kedua tersangka dan mengamankan barang bukti 3 plastik kemasan SS tersebut.

“Kedua tersangka mengaku dijanjikan imbalan Rp 50 juta. Tapi baru dikasih Rp 25 juta,” kata Kombes Pol Cornelis.

Masih kata Cornelis, kedua tersangka tidak mengenal bandar yang menyuruh mengambil barang tersebut. Sebab, setiap saat orang menyuruh selalu berganti-ganti nomor. Selama di Jakarta, kedua tersangka juga tidak bertemu orang yang menyuruh.

“Kalau dilihat dari kemasan ini dari jaringan Malasyia. Itu sesuai dengan pengakuan tersangka, (bandar) logatnya Malasyia,” paparnya.

Sementara itu, kepada polisi tersangka Lugianto juga mengaku jika dirinya baru sekali ini mengambil paket SS di Jakarta.

“Belum tahu sampai di Pasuruan dikirim ke mana. Saya hanya nunggu perintah,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan