Gilang Predator Fetish Kain Jarik Diringkus Polisi

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya dibackup Satreskrim Kapuas Backup berhasil meringkus Gilang Aprilian Nugraha Pratama (22) mantan mahasiswa Unair predator fetish kain jarik.

Gilang yang ditangkap di Jalan Cilik Riwut, Kel. Selat Dalam, Kec. Selat, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah ini sempat menjadi trending topik twitter usai salah seorang pengguna twitter @m_fikris mengaku menjadi korban dan menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya.

Apa yang diceritakan oleh pemilik akun @m_fikris tersebut ternyata terjaring patroli siber yang dilakukan Tim Cyber Unit Resmob. Gilang diduga meminta korban untuk melakukan bungkus tubuh dengan kain jarik dengan alasan riset akademik

Penangkapan Gilang ini juga dibenarkan langsung oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko yang menyebut penangkapan tersebut hasil koordinasi antara Polrestabes Surabaya Polda Jatim dan Polres Kapuas Polda Kalteng.

“Benar dan ini hasil koordinasi antara Polrestabes Surabaya dan Polres Kapuas pada kedua Polda baik Polda Jawa Timur dan Polda Kalimantan Tengah,” ujar Truno membenarkan, Jumat (7/8/2020).

Yang bersangkutan saat ini tengah dalam perjalanan ke Surabaya. Pria yang sempat masuk jurusan Sastra Indonesia di Unair Surabaya ini dijerat pasal 29 UU ITE dan pasal 335 KUHP.

“Saat ini yang bersangkutan tentunya sedang menuju perjalanan ke Surabaya untuk alat bukti tentu berkaitan dengan ITE pengunggahan yaitu ada 1 device handphone milik terduga dan kemudian Nanti secara teknis akan dilakukan penelitian dalam proses penyidikan,” jelas Kabid Humas.

Terkait kemungkinan adanya korban-korban lainnya, Truno menyebut masih ada kemungkinan terkait hal tersebut. Namun sejauh ini dengan adanya laporan di Polrestabes Surabaya sudah cukup untuk melakukan proses hukum terhadap yang bersangkutan.

“Adanya laporan awal ini di penyidik Polrestabes Surabaya sudah cukup bisa melakukan langkah penyelidikan dengan alat bukti tentunya mendasar dan dilanjutkan dengan tindak lanjutnya yaitu dengan melakukan tindakan penyidikan dalam upaya penanganan sampai proses pemeriksaan tersangka nantinya,” jelasnya.

Sementara terkait saksi sejauh ini ada 8 orang saksi yang telah diperiksa kemarin. “Saksi ada 8, saksi kemarin ada 8 untuk saksi korban ada 3 orang dan demikian tentu akan bertambah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan