Perum Jasa Tirta I Launching Revitalisasi Bengkel Alat Berat Secara Virtual

oleh -

sergap TKP – KEDIRI

Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I, Raymond Valiant Ruritan, secara resmi melauncing revitalisasi bengkel alat berat untuk proses operasional perawatan sungai, bendung, dan bendungan.

Launching dilakukan yang secara virtual melalui zoom meeting dan streaming lewat youtube itu. dilaksanakan secara live dengan jumlah peserta yang dibatasi hanya untuk beberapa undangan dan karyawan dari Workshop Peralatan Kediri.

Kegiatan peresmian yang juga bertepatan dengan HUT RI ke-75 tahun tersebut, ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Dirut PJT I dilanjutkan penandatanganan prasasti.

“Tahun ini kita merayakan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75 dan tahun ini PJT I memasuki usia 30 tahun, dan pada tahun ini pula saya meresmikan revitalisasi Workshop Peralatan Kediri. Mungkin ini kesempatan yang tidak akan terulang pada masa saya dan masa mendatang,” ujar Raymond Valiant Ruritan. Senin (17/8/2020).

Raymond menceritakan, kunjungannya ke Bengkel Peralatan Kediri sebagai direksi pertama kali dilakukan pada tanggal 5 Desember 2014 saat peringatan Hari Bhakti PU. Saat itu, untuk pertama kalinya juga ia melihat langsung kondisi bengkel.

“Saat itu saya lihat ada banyak peralatan yang sudah menua. Barang-barang tersebut tidak tertata dengan baik bahkan banyak yang ditumbuhi sulur atau tanaman,” terang Raymond.

Namun, kata Raymon saat ini semuanya telah berubah. “Kantor telah diperbaiki, telah direvitalisasi. Dengan kondisi yang lebih higienis dan ramah lingkungan. Semua ini menjadi salah satu bukti kerja keras yang dilakukan kawan-kawan di bawah divisi pengadaan dan pengelolaan aset,” tuturnya.

Menurut Raymond, Workshop Peralatan Kediri saat ini menjadi aset yang memiliki nilai tambah bagi perusahaan. Ia berharap Workshop Peralatan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk merawat peralatan berat perusahaan dalam rangka menunjang kegiatan operasional pengelolaan Sumber Daya Air yang dilakukan PJT I.

Sementara itu, Manajer Utama Sumber Daya Korporat PJT I, Taufiqqurahman menjelaskan, revitalisasi Bengkel Peralatan Kediri itu menjadi yang pertama dan terbesar yang dilakukan PJT I sejak berdirinya bengkel Kediri pada masa proyek Brantas. Hal itu, kata dia menjadi keseriusan perusahaan dalam merawat aset dan menyediakan alat berat yang prima.

“Revitalisasi bengkel ini sesuai tupoksi PJT I dalam mengelola Sumber Daya Air di lima wilayah sungai di Indonesia. Revitalisasi dilakukan baik secara fisik konstruksi dan sistem kerja. Mulai alih fungsi gudang menjadi perkantoran modern dengan konsep industrial. Kantor lama menjadi mess karyawan dengan kapasitas 28 orang, hingga perbaikan area bengkel dan perbaikan fasilitas,” kata Taufiqqurahman.

Adapun anggaran revitalisasi tercatat sekitar Rp 1,18 milar dari anggaran perusahaan program investasi tahun 2019. Pengerjaan dilakukan selama 5,5 bulan pelaksanaan sejak November 2019 hingga pertengahan April 2020.

Taufiq menambahkan, wokshop tidak hanya membawahi perbaikan alat berat tapi juga mengelola 100 unit alat berat. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengembangan layanan internal tidak hanya melakukan pemeliharaan dan perbaikan, namun juga pembuatan ponton dan kapal keruk melalui Workshop Peralatan.

Taufiq juga mengakui, jika alat berat yang dimiliki perusahaan sudah berusia tua. Hal itu menjadi tantangan tersendiri, khususnya ketersediaan sparepart atau suku cadang yang langka di pasaran dan mahalnya biaya pemeliharaan. Untuk itu ke depan, ia berharap perusahaan dapat membeli alat berat baru untuk meminimalisasi biaya perawatan.

Adapun proses kerja di Workshop Peralatan Kediri diawali dengan mobilisasi alat berat ke bengkel. Lalu memposisikan alat berat di dalam zona diagnosis. Di ruang tersebut, alat diperiksa untuk dipastikan kerusakan dan perawatan yang perlu dilakukan.

“Proses pemeriksaan alat berat diawali dengan persetujuan work order. Selanjutnya dilakukan pengecekan mesin, perbaikan pengelasan, pengecekan kelistrikan, hingga pengecatan alat berat di ruang painting. Fasilitas ruang ganti dan ruang makan juga dilengkapi untuk menjadikan konsep bengkel semakin modern dan lebih higienis.” beber Taufiq

Revitalisasi ini, ungkap Taufiq, merupakan bentuk implementasi core values AKHLAK, dimana perusahaan berupaya merawat serta menambah nilai aset yang diamanahkan oleh negara. Disamping itu berbagai inovasi dan peningkatan kompetensi juga digarap pada proyek ini.

“Kesemua tersebut untuk mendukung upaya PJT I dalam memberikan pelayanan prima kepada stakeholder termasuk juga masyarakat.” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan