Produksi Pertanian Jawa Timur Mengalami Pertumbuhan 27,26 Persen

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Ditengah hempasan pandemi Covid-19, Sektor pertanian Jawa Timur ternyata tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi sebesar 27,26 persen di Triwulan II 2020.

Padahal, jika ditinjau dari segi ekonomi Jatim pada triwulan II 2020 terkontraksi sebesar 5,90 persen dibandingkan triwulan II 2019 (YoY). Dan dari sisi produksi, kontraksi tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 34,54 persen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Ir Hadi Sulistyo mengatakan, sektor pertanian memang sektor yang terbilang sangat kecil terdampak Pandemi Covid-19.

“Jatim meskipun di kondisi pandemi, untuk beras tetap surplus. Sampai akhir tahun nanti, 2,3 juta ton surplus kita. Kita tidak terdampak untuk produksi padi,” ujar Ir Hadi Sulistyo saat mengudara di salah satu Stasiun Radio di Surabaya. Kamis (6/8/2020).

Hadi Sulistyo mengungkapkan, bahwa saat ini Pemprov Jatim sedang fokus pada penambahan nilai padi petani dengan mengolah langsung padi menjadi beras lewat program petik-olah-kemas-jual.

“Untuk hilir ini perlu pembenahan mindset petani, jangan sampai hanya menjual gabah. Ada program petik olah kemas jual. Artinya gabah yang panen itu, diolah, diproses dengan alat, jadi beras. Lha ini akan jadi nilai tambah tinggi,” terang Hadi Sulistyo.

Menurut Hadi Sulistyo, Akan ada program pinjaman kepada petani untuk alat RMU (Rice Milling Unit) atau alat penggilingan padi dari gabah basah menjadi beras dan alat packaging.

“Program ini, sudah berjalan di dua kabupaten yaitu Jombang dan Tuban. Kini, beras produksi petani itu dikonsumsi PNS Pemprov Jatim dan juga dijual untuk umum,” ujar Hadi Sulistyo.

Hadi menambahkan, untuk bisa meningkatkan hasil produksi, pada tahun ini pihaknya juga telah mengupayakan agar kabupaten-kabupaten lain melakukan sosialisasi dan mengubah mindsetnya.

“Kita upayakan bisa meningkat. Untuk itu kita akan identifikasi, kita sudah konsep, kita tawarkan dengan kabupaten-kabupaten yang siap laksanakan ini. Perlu ada sosialiasi terus agar mindsetnya diubah,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan