Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad Gelar Latihan Bersama Pendekar Merpati Putih

oleh -

sergap TKP – NGAWI

Selain persenjataan yang mumpuni, beladiri merupakan suatu kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang prajurit TNI dan harus mampu dikuasai dengan baik karena dipergunakan juga sebagai pelindung diri tatkala ada serangan dari musuh.

Kali ini, Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad mengadakan latihan bersama dengan perguruan pencak silat Bela Diri Tangan Kosong Merpati Putih (Betako MP) bertempat di aula satuan, dipimpin oleh Serka Muhammad Asngari, puluhan prajurit berlatih dengan semangat pada Jumat. 27 Agustus 2020.

Padatnya kegiatan di satuan, tidak tampak menghalangi para prajurit untuk meningkatkan kemampuan beladiri sebagai kegiatan tambahan yang dilaksanakan di luar jam dinas, tentunya kegiatan ini sangatlah positif, selain untuk olah raga dan mengasah kemampuan bela diri prajurit kegiatan ini juga merupakan bentuk soliditas Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad dengan masyarakat sekitar.

Ditemui di lokasi, Serka Asngari, sapaan akrabnya menyampaikan kegiatan latihan Pencak silat Merpati Putih dilakukan perdana setelah sekian lama vakum akibat pandemi Covid-19, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, pria yang sehari-hari menjabat sebagai Dansimayon itu yakin bahwa latihan tersebut dapat menambah imunitas dan
kekebalan tubuh guna menunjang kesehatan ragawi apalagi ditengah iklim kesehatan yang tidak bersahabat seperti saat ini.

Sementara itu dihubungi terpisah, Danyonarmed12/Divif 2 Kostrad, Letkol Arm Ronald F. Siwabessy mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Secara logis beladiri adalah kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang prajurit, tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi semua elemen masyarakat. Disamping dampak positif dalam
beladiri itu sendiri, juga dapat memberikan angin segar bagi hubungan perjalanan panjang seni beladiri masyarakat sekitar asrama dengan dunia militer.

“Sebagai ksatria bangsa, TNI wajib mempunyai kemampuan beladiri yang mumpuni, dan juga sebagai motivasi ke depan untuk menjadikan kemampuan prajurit menjadi lebih prima,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria berdarah Ambon tersebut menambahkan segala sesuatu harus dilatihkan, karena tidak ada kemampuan yang didapatkan dengan instan.

“Pelajari serta dalami ilmu yang di ajarkan, belajar dan berlatih sebagai acuan, manfaatkan momen-momen penting bersama masyarakat, salah satunya dengan beladiri,” pungkas Ronald.

Tinggalkan Balasan