65 Ormas dan LSM, Tolak Deklarasi KAMI Di Kota Surabaya

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Sehubungan dengan maraknya kegiatan deklarasi oleh kelompok massa yang mengatasnamakan Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jawa Timur dan di Kota Surabaya. Sebanyak 65 Organisasi Massa (Ormas) dan LSM yang berbadan hukum dan tergabung dalam Forum Surabaya Bersatu (FORSATU) mengeluarkan pernyataan sikap penolakan terkait aksi yang dilakukan KAMI.

Koordinator FORSATU, Eko Pudjianto mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) dan PANCASILA adalah komitmen final dari Pendiri Bangsa dan tidak akan pernah tergantikan oleh faham-faham lain, baik Komunisme maupun KHILAFAH.

“Pemerintahan JOKOWI dan KH. Ma’ruf Amin adalah kekuatan konstitusional hasil dari pilihan rakyat melalui Pemilihan Presiden 2019-2024 dan tidak akan pernah tergoyahkan oleh gerakan penghianatan yang diduga berlindung dibalik Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang nota bene gerakannya disinyalir untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dan konstitusional,” kata Eko Pudjianto di dampingi relawan dari Garda Yudha Nusantara (GYN) Christofer Chandra Yahya., S.H. Sabtu (26/9/2020).

Menurut Eko, Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) patut diduga adalah merupakan gerakan dari para pelacur-pelacur politik, tokoh-tokoh barisan sakit hati yang berkomplot dengan mafia hitam, koruptor kakap, dan organisasi terlarang yang berhimpun di HTI untuk merebut kekuasaan dengan cara-cara Inskonstitusional.

“Untuk itu, atasnama FORSATU kita mendesak TNI dan POLRI agar melarang kegiatan Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)di Surabaya termasuk Infiltrasi kaum Intolerans terutama HTI di Surabaya.” ujar Eko.

Sementara itu, Christofer Chandra Yahya., S.H. menambahkan, demi menjaga Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang kondusif, aman, tentram jauh dari provokasi, penyesatan. anjuran kebencian (hate speech), dan penyebaran virus kebencian terhadap pemerintah, Atasnama relawan Garda Yudha Nusantara (GYN), jika diperlukan bersama-sama TNI dan POLRI siap mengerahkan relawan untuk mengamankan Kota Surabaya.

“Demi Kota Surabaya, atasnama relawan Garda Yudha Nusantara kita siap mengawal dan menjaga Surabaya agar tetap aman, damai dan kondusif dalam bingkai NKRI dan Pancasila,” tegas Christofer.

Tinggalkan Balasan