Dalam Dua Bulan, Polrestabes Surabaya Ringkus 20 Penjudi

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil meringkus seorang pejudi daring bernama Billy Perkasa. Dalam hal ini pelaku berperan sebagai cash market dalam judi bernama baccarat (judi remi).

Judi yang dilakukan oleh Billy ini cukup menggiurkan dimana yang bersangkutan bisa memperoleh keuntungan mencapai Rp 80 sampai 90 juta perbulannya.

Dalam pengakuannya Billy menyebut dalam kasus ini pihaknya hanya berperan sebagai pemain. Pelaku juga membantah bahwa dirinya merupakan bandar

“Websitenya ada beberapa, salah satunya asian poker. Yang bisa akses semua orang karena situsnya bebas. Saya bukan bandar, cuma ngikut nombok” aku Billy, Selasa (22/9/2020).

Billy sendiri ditangkap petugas bersama 19 pelaku judi lainnya yang terjaring sebagai tangkapan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya selama dua bulan terakhir.

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol M Wahyudin Latif menjelaskan para tersangka yang diamnakan pihaknya tersebut umumnya melalukanan berbagai jenis permainan judi mulai yang konvensional sampai judi daring.

“Jenisnya ada permainan togel, togel online, baik itu Singapura maupun Hongkong, ada bakarat, roulette, judi bola dan beberapa judi konvensional,” kata Latif saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (22/9/2020).

Namun dimasa pandemi Covid-19, umumnya judi lebih banyak dilakukan melalui daring. Hal ini dimnfaatkan oleh para pelaku berjudi sesering mungkin. Sehingga mereka bisa meraup cukup banyak uang dengan berjudi di rumah saja.

“Secara realitas memang banyak kegiatan di kamar, atau di rumah di depan laptop sehingga memungkinkan sekali banyak melakukan kegiatan seperti itu karena tidak ada kegiatan lain,” ungkapnya.

Selain meringkus para pelaku, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti seperti alat-alat elektronik mulai dari laptop, ipad, rekapan dana transaksi. Selain itu ada juga ada sejumlah kelengkapan dari rekening untuk transaksi seperti token dan lainnya.

Atas perbuatannya tersebut para tersangka ini terancam dijerat Pasal 303 Ayat 1 atau Pasal undang-undang No 7 Tahun 74 tentang penertiban perjudian ancaman hukumannya 5 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan