Ditlantas Polda Jawa Timur, Melaunching Aplikasi Traffic Attitude Record (TAR)

oleh -

sergap TKP – TULUNGAGUNG

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur, melaunching aplikasi Traffic Attitude Record (TAR) yang dilaksanakan di Mapolres Tulungagung, Jawa Timur. Senin (21/9/2020).

Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Latif Usman mengatakan, Traffic Attitude Record (TAR) merupakan database pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dimiliki oleh Polri. Data yang dimiliki terkoneksi dengan SKCK Online Sat Intel Polres Tulungagung, Aplikasi SIM Ceria Polres Tulungagung, Aplikasi Traffic Accident Claim System (TACS) Polres Tulungaung secara online.

“Dengan sistem Traffic Attitude Record (TAR), yang baru saja di Launching ini, bisa menjadi lebih mudah untuk melakukan pengurusan bagi masyarakat. Seperti pengurusan SKCK Online, SIM maupun yang lain,” kata Kombes Pol. Latif Usman. Senin (21/9/2020).

Menurut Dirlantas, Dengan sistem TAR yang terintegrasi ini menjadi bagian penting untuk membangun Budaya Tertib Berlalu Lintas, karena sistem ini akan dapat menganalisa data dan muncul pada aplikasi pendaftaran online SIM, SIM Ceria Polres Tulungagung (khususnya untuk perpanjang SIM).

“Yang dikaitkan dengan sistem E-Tilang dan TACS akan semakin akurat sistem pencatatan pelanggaran lalu lintas maupun Laka Lantas,” ujar Kombes Pol. Latif Usman.

Dirlantas menambahkan, Selain itu, TAR digunakan untuk memonitoring setiap kegiatan masyarakat yang telah melakukan pelanggaran lalu lintas maupun laka lantas berulang kali. Data yang ada dalam TAR digunakan sebagai input dalam aplikasi pendaftaran SIM Ceria dan keterangan di SKCK.

“TAR ini juga bisa melakukan monitoring bagi pelanggar berlalu lintas saat dijalan, sehingga dengan muda petugas melakukan tindakan. Selain, juga bisa sebagai input dalam aplikasi pendaftaran SIM,” imbuhnya.

TAR juga dapat di gunakan untuk kepentingan lainnya, seperti image processing/image analisis untuk menghasilkan sebuah system, seperti halnya;

1. Monitoring dan evaluasi dalam berbagai sistem-sistem virtual, infografis maupun statistik secara ontime, realtime dan anytime.

2. Sebagai pendukung forensik kepolisian.

3. Techno Crime Prevention.

4. Menunjukan alogaritma Road Safety.

5. Pelayanan prima yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses.

6. Mendukung program pemerintah untuk membangun ERP, ERC, e-Parking, e-SAMSAT, e-Banking, serta E-TLE dan sebagainya.

7. Akuntabilitas kepada publik secara moral, hukum, administrasi dan fungsional.

8. Reformasi birokrasi, inisiatif antikorupsi dan trobosan kreatif.

9. Landasan mewujudkan Polantas yang profesional, cerdas, bermoral dan unggul.

10. Membangun budaya tertib lalu lintas

Tinggalkan Balasan