Jajaran Polres Wonosobo Ungkap Kasus Pembobolan Gudang PT. SND

oleh -

sergap TKP – WONOSOBO

Jajaran Polres Wonosobo berhasil mengungkap dan menangkap tersangka pelaku kasus pembobolan gudang PT Semesta Nustra Distro (SND) distributor produk Unilever wilayah Wonosobo.

Pengungkapan kasus ini, bermula dari hasil audit perusahaan yang menemukan adanya selisih barang dengan tafsiran harga mencapai lebih dari setengah miliar Rupiah atau tepatnya Rp 583.780.297.

Atas temuan itu, pihak PT SND pada hari Selasa (1/9/2020), kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kertek.

Mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Kertek yang dipimpin Aiptu Kodirun kemudian melakukan pengembangan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan ada produk Unilever yang dijual bukan oleh sales resmi, serta tidak disertai nota yang jelas seperti didapat dari sales resmi Unilever.

“Sambil melakukan pengecekan, anggota membawa foto-foto karyawan PT SND yang dicurigai,” kata Kapolres Wonosobo AKBP Fannky Ani Sugiharto,S.I.K.,M.Si didampingi Kapolsek Kertek AKP Sutopo saat konferensi pers. Rabu (30/9/2020).

Hingga diketahui, orang yang sering menjual produk Unilever tanpa nota resmi tak lain adalah karyawan PT SND itu sendiri. Salah satunya yakni berinisial FM (29).

Saat menjual produk perusahaannya, FM mengaku bernama Adi. Unit Reskrim Polsek Kertek yang dipimpin Aiptu Kodirun lantas mendatangi rumah terduga pelaku untuk dimintai keterangan. Setelah dipertemukan dengan salah satu pembeli, FM mengaku bahwa ia telah mengambil barang dari Gudang PT SND.

FM bukan orang asing di perusahaan itu rupanya. Dia merupakan sopir penjualan PT SND. Ketika melakukan aksinya, FM rupanya bekerja sama dengan kernetnya, IS (21). Serta bekerja sama dengan penjaga malam, RM (44) Penjaga malam lainnya yakni A (DPO).

Dari keterangan RM didapat keterangan bahwa sopir lainnya, DS (31) dan kernetnya TW (21) juga melakukan kejahatan serupa.

“Kelima pelaku merupakan warga Kabupaten Wonosobo. Hasil pemeriksaan kelima pelaku juga mengakui mencuri secara berulang sejak April hingga Juni 2020 sebanyak 9 kali,” terang AKBP Fannky Ani Sugiharto.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan mereka mengaku jika hasil dari pencurian produk perusahaan itu oleh para tersangka dijual di kios-kios wilayah Kertek dan Wonosobo, kemudian uang hasil penjualan tersebut mereka bagi dan sisasanya mereka buat untuk berfoya-foya.

Modus pencurian yang dilakukan oleh para pelaku, mereka merusak atau melepas potongan kayu serta kawat pengait pintu gudang, dan dengan menggunakan kunci duplikat pelaku membukanya.

“Atas perbuatannya, kelima pelaku disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegas AKP Sutopo.

Tinggalkan Balasan