Polres Bukittinggi Amankan Pelaku Pencabulan

oleh -

sergap TKP – BUKIT TINGGI

Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bukittinggi mengamankan seorang pria berinisial E (21), pelaku tindak pidana pencabulan.

“Tersangka pelaku E diamankan berdasarkan laporan polisi nomor : LP/180/K/IX/2020/Res-Bkt tertanggal 2 September 2020 dengan atas nama pelapor berinisial SY,” kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution. Sabtu (12/9/2020).

Dari hasil pemeriksaan, Tersangka pelaku diduga kuat telah melakukan aksi pencabulan terhadap korban sebut saja Melati yang masih berstatus pelajar. Aksi pencabulan yang dilakukan pelaku tersebut dilakukan pada bulan Juni 2020 lalu. Parahnya, perbuatan bejad yang dilakukan terhadapo korban tersebut telah dilakukan sebanyak 10 kali.

“Pencabulan itu dilakukan tersangka di rumahnya di Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, dan tersangka berprofesi sebagai sopir tersebut, berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Polres Bukittinggi untuk dimintai keterangan,” ujar AKP Chairul Amri Nasution.

Sementara itu berdasarkan pengakuan pelapor SY, korban juga mengaku telah disetubuhi tersangka pada Juni 2020, dan pada tanggal 26 Agustus 2020, korban berusaha memberitahu orang tuanya dengan memeluk ibunya sambil menangis dan mengigil.

“Awalnya korban sebut saja Melati, tidak menjawab tanya sang ibu mengapa ia menangis yang kemudian ibunya meminta kepada kakaknya yang tak lain adalah paman korban untuk mengatakan apa yang terjadi terhadap korban, dan dari pengakuannya korban telah disetubuhi tersangka sebanyak 10 kali dirumah tersangka,” terangnya.

Atas perbuatannya, Tersangka pelaku disangkakan pasal 81 ayat (1),(2)jo76D Jo 82 ayat (1) Jo 76E UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah, pengganti UU RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Seorang pelaku tindak pidana pencabulan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat diringkus Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bukittinggi.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, tersangka berinisial E (21), ditangkap berdasarkan LP/180/K/IX/2020/Res-Bkt tanggal 2 September 2020 atas pelapor berinisial SY.

“Menurut pelapor, tersangka telah melakukan aksi pencabulan terhadap korbannya sebut saja Melati yang masih berstatus pelajar,” terangnya, Sabtu (12/9/2020).

Menurut pangakuan tersangka, lanjut Chairul, perbuataan nista tersebut dilakukan pada bulan Juni 2020 lau. Parahnya, aksi tersebut telah dilakukan sebanyak 10 kali terhadap korban.

“Pencabulan itu dilakukan tersangka di rumahnya di Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, dan tersangka berprofesi sebagai sopir tersebut, berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Polres Bukittinggi untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Sementara itu berdasarkan pengakuan pelapor SY, tambah Chairul, korban korban mengaku telah disetubuhi tersangka pada Juni 2020, dan pada tanggal 26 Agustus 2020, korban berusaha memberitahu orang tuanya dengan memeluk ibunya sambil menangis dan mengigil.

“Awalnya korban sebut saja Melati, tidak menjawab tanya sang ibu mengapa ia menangis yang kemudian ibunya meminta kepada kakaknya yang tak lain adalah paman korban untuk mengatakan apa yang terjadi terhadap korban, dan dari pengakuannya korban telah disetubuhi tersangka sebanyak 10 kali dirumah tersangka,” ungkapnya.

Chairul menegaskan, atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 81 ayat (1),(2)jo76D Jo 82 ayat (1) Jo 76E UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Undang-Undang No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah, pengganti Undang-Undang No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Tinggalkan Balasan