Terapkan Perda No. 2 Tahun 2020, Forkopimda Buru Pelanggaran Protokol Kesehatan

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (16/9/2020) sore. Forkopimda Jatim melaunching Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan jajaran Forkopimda Jatim lainnya.

Selain itu turut hadir pula berbagai elemen masyarakat, mulai dari Organisasi Masyarakat (Ormas) maupun dari suporter sepak bola.

Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 akan berpatroli di Surabaya dan sekitarnya menggunakan mobil dinas yang telah disiapkan. Mereka nanti akan menerapkan operasi yustisi sesuai dengan Perda No. 2 Tahun 2020.

“Kita sudah melakukan proses sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, saat ini akan dilakukan penegakan hukum secara masif yang tertuang didalam peraturan daerah,” jelas Kapolda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan dalam dua hari terakhir mulai 14 sampai 15 September 2020, sudah ada 3.624 teguran. Hal itu berupa 2.738 teguran lisan dan 886 teguran tertulis.

Untuk sanksinya sendiri sudah diterapkan 1.933 sanksi sosial, 190 penyitaan KTP, 538 denda administratif terkait dengan badan usaha, dengan jumlah nilai denda keseluruhan mencapai Rp 21.143.000.

“Kita lakukan penindakan hukum perda nomor 2 tahun 2020, tentang protokol kesehatan, masyarakat yang banyak melanggar yaitu tidak tertib menggunakan masker,” terang Trunoyudo.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut upaya ini dilakukan karena selama enam bulan terakhir ini Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/ Kota sudah cukup memberikan proses edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Maka hari ini proses berikutnya adalah ada operasi yustisi, ingin menegakkan proses yang lebih masif, ada tim yang akan memburu mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Khofifah.

Tinggalkan Balasan