Tersangkut Kasus Narkoba, Dua Oknum Pegawai KSOP Benoa Diamankan Polisi

oleh -

sergap TKP – KARANGASEM

Diduga tersangkut kasus penyalahgunaan narkotika, Dua oknum pegawai KSOP Benoa diamankan anggota Polres Karangasem.

Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini mengatakan, Kedua pelaku yang diketahui berinisial JFL alias Ambong serta JML alias Jamal itu, ditangkap di dua lokasi terpisah pada hari Kamis (10/9/2020) sekitar pukul 01.00 wita.

“Tersangka JFL diamankan saat berada di sekitar Pos Satpam Pelabuhan Benoa, sementara tersangka JML ditangkap di Kamar Kosnya di sekitar Kuta Selatan,” kata AKBP Ni Nyoman Suartini. Saat menggelar press release, Rabu (30/9/2020).

Kapolres menjelaskan, penangkapan kedua oknum pegawai kontrak KSOP Benoa ini, bermula dari pengembangan penangkapan seorang oknum ABK Kapal Tangker bernama Ibrahim di Jalan menuju Pelabuhan Kapal Selam di Desa Antiga, Kecamatan Manggis.

“Dua pegawai ditangkap bermula dari pengembangan hasil penangkapan sekitar Pelabuhan Kapal Selam di Banjar Labuhan. IB (Ibrahim) diamankan, Selasa (8/9), sekitar pukul 21.50 wita,” ujar AKBP Ni Nyoman Suartini.

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan, Ibrahim mengaku membeli 2 paket barang jenis sabu – sabu d dari seorang oknum pegawai di KSOP. Dimana harga barang 2 paket sekitar Rp 4.5 juta. Dua hari setelah menangkap Ibrahim, petugas kepolisian langsung mengamankan JFL, dan ditemukan narkoba seberat 0.25 gram.

Dari keterangaan JFL, barang yang dijual ke Ibrahim didapat dari JML. Atas informasi tersebut polisi kemudian langsung bergerak cepat dengan mengamankan JML di kamar kos di Kuta Selatan tanpa adanya perlawanan.

Menurut keterangan JML, barang haram tersebut didapat dari seseorang inisial W. Polisi lalu melakukan pemburuan terhadap W ini.

“JML mengakui menjual narkoba kepada tersangka sebelumnya, JFL alias Ambong Rp 3,4 juta. Kami temukan bukti transaksi transfer M banking,” terang AKBP Ni Nyoman Suartini.

Selain mengamankan ketiga tersangka, dari tangan mereka petugas juga mengamankan barang bukti berupa tiga paket narkotika jenis sabu – sabu, Dua paket dari tangan Ibrahim dengan berat netto 0.67 gram & 0.72 gram. Sedangkan dari JFL diamankan 1 paket dengan berat netto 0.25 gram.

Akibat perbuatannya, tersangka Ibrahim disangkakan Pasal 112 ayat (1) Sub 127 ayat (1) Undang – Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara, maksimal sekitar 12 tahun. Denda minimal Rp 800 juta serta denda maksimalnya Rp 8 miliar.

Sedangkan dua tersangka yang berperan sbagai pengedar, JFL dan JML, disangkakan pasal 114 ayat (1) Sub. Pasal 112 ayat (1) Undang – Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara, dan maksimal 20 tahun. Denda minimal Rp 1 Miliar, dan maksimal 10 Miliar.

Tinggalkan Balasan