Usai Berziarah, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno Sapa Pendukungnya

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Selepas mengikuti kegiatan rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya, Pasangan Calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno langsung
berziarah ke makam Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno di Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya. Kamis (24/9/2020).

Setelah berziarah, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno yang mendapatkan nomor urut 2 tersebut, langsung menyapa para pendukungnya yang telah menunggunya dibawah panggung.

Dalam orasinya didampingi Mujiaman, Machfud Arifin yang sebetulnya tidak berfikirkan untuk mencalonkan sebagai Walikota itu, berjanji jika terpilih dan berkempatan untuk mengemban amanah guna memimpin kota Surabaya, berjanji akan mensejahterakan warga Surabaya.

“Saya sebenarnya tidak ada kepikiran mencalonkan sebagai wali kota. Saya purna dari kepolisian dan saya berpikir sudah saatnya istirahat. Tapi banyaknya dukungan dan dorongan maju pilwali, membuat saya berpikir ulang. Saya maju ini ya karena dukungan dari para tokoh dan warga Surabaya. Inilah yang disebut jalan pengabdian,” ujar Machfud Arifin, Kamis (24/9/2020).

Selain itu, pihaknya juga akan berusaha menuntaskan permasalahan atau persoalan yang ada di Surabaya seperti halnya permasalahan surat ijo, dan tempat tinggal yang layak bagi warga hingga kesejahteraan.

“Pemkot harus hadir saat warga membutuhkan. Kalau kami jadi wali kota, kami akan bekerja untuk menuntaskan persoalan Surabaya. Sudah saatnya Surabaya berdaulat di wilayah sendiri. Sudah saatnya warga Surabaya dapat tempat tinggal yang layak. Bukan jadi tamu, bukan jadi penumpang yang membayar tanah yang disewanya di kota kelahiran sendiri. Warga harus makmur, sejahtera dan bahagia,” terangnya.

Menurut Mahfud Arifin, kemiskinan, tempat tinggal kumuh dan tidak layak huni yang ada saat ini juga masih menjadi persoalan mendasar yang harus segera ditangani.

“Semua berimajinasi, kota adalah tempat yang maju, nyaman berkeadilan. Faktanya warga miskin kota masih memenuhi kota di pinggiran dan bahkan ada yang di tengah kota. Banyak tempat tinggal mereka yang tidak layak, kumuh, sempit dan roboh,” ujar Machfud Arifin.

Mirisnya lagi, kata Mahfud, saya melihat masih ada warga Surabaya yang masih tidur dan bertempat tinggal di kuburan, jalanan hingga kolong jembatan. Ini yang nantinya akan menjadi perhatian kami.

“Saya ingin mengabdi kepada masyarakat Surabaya. Mudah-mudahan pengabdian saya dan Pak Mujiaman bermanfaat bagi seluruh warga. Saya berkomitmen tanpa berhitung-hitung dalam berbuat kebaikan,” imbuhnya.

Machfud Arifin juga berjanji persoalan tersebut akan dituntaskan jika terpilih menjadi wali kota Surabaya. Menurutnya, warga Surabaya harus tinggal dengan nyaman. Kesehatan terjamin, kesejahteraan, pendidikan bagus hingga jenjang tinggi.

Apalagi terhadap anak-anak muda di Surabaya. Sebab di tangan mereka adalah masa depan Surabaya. Anak-anak muda harus mendapat akses pendidikan yang berkualitas. Jangan sampai nantinya mereka tidak dapat posisi strategis.

“Jangan sampai juga warga asing dapat posisi strategis. Pemkot Surabaya harus memastikan kesejahteraan warga Surabaya. Itu sangat penting. Kesejahteraan dan kemakmuran adalah kewajiban kita. Dengan dua kaki dan dua jari melangkah bersama, coblos nomor 2. Nomor 2 pasti juara,” tutur Machfud Arifin sebelum menutup orasinya.

Tinggalkan Balasan