Oknum Polisi Yang Terlibat Kasus Narkoba Agar Dihukum Seberat-beratnya

oleh -

sergap TKP – JAKARTA

Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta agar oknum perwira polisi berinisial Kompol IZ yang terlibat kasus narkoba dihukum seberat-beratnya. Rabu (28/10/2020).

Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengungkapkan, oknum anggota Polri yang terlibat peredaran narkoba dihukum berat. Bukan hanya dipecat dari kesatuan, namun oknum polisi berinisial IZ itu juga harus di hukum mati.

Karena, perwira yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Riau itu berupaya menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 16 kilogram.

“Pria berinisial IZ itu wajib dijatuhi hukuman berat, kalau perlu hukuman mati,” kata Arman Depari, Rabu (28/10/2020).

Arman mengatakan, hukuman berat wajib diterima IZ atas aksi yang dilakukannya. Sehingga IZ tidak sekedar dipecat dari keanggotaan Polri dan dipenjara, karena ia pun akan meminta Majelis Hakim yang nantinya mengadili menjatuhi hukuman mati.

“Kalau perlu tembak mati saja. Saya berharap nantinya oknum anggota Polri yang terlibat peredaran narkoba dijatuhi hukuman mati,” tegas Arman.

Arman juga menambahkan, vonis hukuman mati tepat bagi penegak hukum yang membantu gembong narkoba. Apalagi kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi dan kali ini kembali terulang.

“Makannya harus ada hukuman yang menimbulkan efek jera. Karena hal ini butuh tindakan tegas dalam memberantas peredaran narkoba,” ujar Arman.

Menurut Arman, perbuatan  yang dilakukan oknum itu telah mencederai petugas di lapangan yang selama ini bertaruh nyata untuk berjuang memberantas peredaran gelap narkotika.

Selain hukuman mati bagi anggota Polri yang terlibat, Arman mendesak Kejaksaan Agung selekasnya untuk segera mengeksekusi bandar narkoba yang sudah divonis mati. Karena, hingga saat ini masih banyak gembong narkoba yang sudah divonis namun masih bisa menghirup udara bebas.

“Ada puluhan bandar yang divonis mati tapi sampai sekarang belum dieksekusi. Dampaknya para gembong narkoba ini bisa berbisnis kembali dari penjara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan