Pasca Pengeroyokan Anggota TNI, Polisi Tetapkan Dua Orang Sebagai Tersangka

oleh -

sergap TKP – BUKITTINGGI

Pasca viralnya video yang menampilkan anggota TNI dianiaya pengendara motor gede (Moge) di wilayah Bukittinggi, Sumatra Barat, Polisi saat ini telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.

“Sementara, dua orang yang melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap korban,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake. Sabtu (31/10/2020).

Sebelumnya ada tiga terduga tersangka yang sempat ditahan, tapi berdasarkan kelengkapan bukti-bukti membuat penyidik hanya bisa menjerat dua tersangka berinisial  BS  dan MS, asal warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Berdasarkan pemeriksaan intensif sesuai dengan alat bukti dan keterangan saksi, sementara (tersangka) hanya dua orang,” ujarnya.

Untuk diketahui, informasi yang berhasil dihimpun sergap TKP, insiden pemukulan terjadi di wilayah Simpang Tarok, Kota Bukittinggi pada Jumat (30/10/2020) sore, di halaman sebuah ruko, dengan disaksikan banyak warga sekitar.

Saat kejadian, ada dua korban pengeroyokan yang salah satu di antaranya merupakan prajurit TNI aktif. Belum diketahui kesatuan pasti dari anggota TNI tersebut.

Ketika aksi pengeroyokan terjadi, terdengar suara klakson kendaraan bermotor yang menyeruak di dalam video.

Sementara itu, pada rekaman video lain yang beredar, terlihat segerombolan anggota konvoi moge menyampaikan permohonan permintaan maaf secara lisan di Kodim 0304/Agam.  Pada video tersebut, terlihat setidaknya, ada sekitar delapan orang yang terlihat menyampaikan permintaan maaf.

Terdengar juga dalam video itu, sekelompok orang yang menyoraki kelompok moge tersebut dan meminta mereka mengulangi terus menerus ucapan permintaan maafnya.

“Kami dari Harley-Davidson Owners Group meminta maaf kepada prajurit Kodim 0304/Agam dan kepada seluruh anggota TNI atas pengeroyokan anggota TNI di Bukittinggi,” ucap mereka dalam pernyataan maafnya.

Tinggalkan Balasan