Polres Gresik Tangkap Buron Kasus Penipuan

oleh -

sergap TKP – GRESIK

Polres Gresik berhasil menangkap tersangka buron kasus  penipuan dengan modus mengubah kwitansi pembelian cash menjadi kredit.

Pelaku bernama Misbakhul Munir (40) warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur ini, ditangkap setelah sebelumnya telah menipu 64 korban yang membeli motor secara cash. Namun, oleh tersangka kwitansi pembeliannya diubah menjadi kredit.

“Jika ditaksir kerugian mencapai Rp 2 miliar,” kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga, di Mapolres Gresik, Senin (19/10/2020).

Kapolres menjelaskan, kasus penipuan ini berhasil diungkap setelah polisi menerima laporan tiga korban yang mengaku ditipu oleh tersangka pelaku.

Ketiga korban tersebut yakni Lilik Ustiya Rini warga Desa Padang Bandung, Kecamatan Dukun,  Lutfi Setyowati warga Cerme, dan Wiwin Magfiroh warga Lowayu, Dukun, Gresik.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, awalnya ketiga korban itu membeli motor di salah satu dealer Jalan Usman Sadar Gresik secara cash atau tunai. Korban saat itu ingin membeli motor dan ditemui oleh tersangka. Ternyata motor yang diinginkan ketiga korban tidak ada.

Tidak berselang lama korban kembali menghubungi tersangka untuk membeli motor dan tersangka menyanggupi. Korban langsung menyerahkan uang cash untuk membeli motor yang diinginkan.

Setelah itu, ada dua dealer yang mengirim pesanan pembeli yakni Dealer CV Panji dan Dealer Calista Abadi plus STNK. Namun, beberapa minggu kemudian para korban didatangi oleh debt collector PT FIF.

Korban kemudian menjelaskan bahwa dirinya membeli motor dengan cara cash. Atas kejadian ini, korban melakukan klarifikasi ke FIF serta menanyakan ke tersangka.

Namun, Setelah dicek oleh perusahaan leasing ternyata pembelian motor itu bukan secara tunai. Karena di lampiran kwiantansi yang asli dibeli secara kredit.

“Hasil penyelidikan tersangka Misbakhul Munir ternyata memalsukan kuitansi pembelian,” ujar AKBP Arief Fitrianto.

Setelah dilakukan pengembangan, ternyata ada 64 pembeli yang tertipu oleh modus tersangka. atas temuan tersebut polisi saat ini masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut.

Sementara itu, saat memberikan keterangan, Misbakhul Munir mengaku uang hasil kejahatannya digunakan untuk bersenang-senang.

“Saya buat senang-senang uangnya,” tutur Misbakhul.

Atas perbuatannya, Misbakhul Munir yang saat ini telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Gresik itu, terancam dijerat Pasal 372 dan 378 KHUP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan