Sempat Dinilai Amburadul, Pelayanan Publik Kemenkumham Jatim Kini Semakin Apik

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Pelayanan publik di Kanwil Kemenkuham Jatim sempat menjadi sorotan Ketua Ombudsman RI Jatim Agus Widiyarta. Agus bahkan sempat menilai pelayanan publik di
Kanwil Kemenkuham Jatim amburadul.

Buruknya pelayanan publik tersebut terjadi di waktu lalu dimana terjadi banyak penyimpangan seperti pungutan liar (pungli). Namun hal itu kini berangsur menjadi lebih berkat transformasi perubahan yang telah dilakukan Kanwil Kemenkumham Jatim.

“Dulu itu saya berpikir ini pelayanan publik di Kemenkumham ketika belum ke Ombudsman amburadul ada pungli dimana-mana. Nah ketika masuk ke Ombudsmen saya bersama-sama teman di Kanwilkemenkuham berusaha memperbaiki mulai dari Lapas, Keimigrasian, Alhamdulillah bisa berubah, reformasi birokrasi di jalankan,” ucap Agus di Kanwil Kemenkumham Jatim, (12/10/2020).

Reformasi birokrasi pelayanan publik tersebut kini telah dirasakan masyarakat. Hal tersebut termasuk komitmen Kanwil Kemenkumham Jatim yang terus melakukan inovasi termasuk salah satunya dengan pemanfaatan sistem online.

“Kalau online bagus ya, semua nya bisa dilakukan secara online, kepastian biaya dan waktu jelas, tapi di Indonesia orangnya tidak semuanya melek teknologi, akhirnya ada yang datang disini, Alhamdulillah disini ada yang bantu teman-teman disini,” ujarnya.

Agus mengungkapkan bahwa dalam kunjungan ke Kanwil Kemenkumham Jatim pada Februari lalu cukup banyak hal perlu diperbaiki. Namun kini semua masukan dan catatan yang diberikan sudah dilaksanakan dengan baik.

“Dulu belum ada informasi pelayanan secara digital, hari ini sudah ada, ada juga fasilitas pelayanan mandiri, transformasi yang dilakukan luar biasa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono menyebut perubahan ini dilakukan pihaknya sebagai upaya pembangunan zona integritas menuju WBK/ WBBM.

“Dulu layanan terpisah-pisah, pengguna layanan kesulitan, sekarang kami satukan dalam satu ruang, sehingga lebih mudah,” tuturnya. Kami berharap, partisipasi aktif masyarakat untuk ikut mengawasi pelayanan publik di tempat kami, sehingga pelayanan kami bisa lebih baik lagi,” tutup Krismono.

Tinggalkan Balasan