Terbakar Cemburu, Seorang Istri Tega Menyayat Suaminya Dengan Cutter Hingga Sekarat

oleh -

sergap TKP – PRABUMULIH

Diduga terbakar api cemburu, Anti Mutiara (19) seorang istri di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) tega menyayat tubuh suaminya menggunakan pisau cutter hingga sekarat.

Akibatnya, pelaku saat ini harus berurusang dengan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Herman Rozi, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut dan telah mengamankan pelaku.

“Kasus penganiayaan ini bermula dari pelaku yang cemburu dan menduga suaminya memiliki wanita idaman lain (WIL), sehingga terjadinya penganiayaan itu,” kata Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Herman Rozi didampingi Kanitreskrim Polsek Prabumulih, Ipda Fredy F Triwahyudi, Jumat (16/10/2020).

Kapolsek mengatakan, Terbongkarnya kasus ini berawal saat pelaku membuat laporan palsu di Mapolsek Prabumulih Timur, Senin (12/10/2020) lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, suami pelaku mengaku dianiaya dua orang yang tidak dikenal ketika ke Stadion Talang Jimar, lalu setelah dilakukan penyelidikan ternyata pelaku sendiri yang menganiaya suaminya diduga karena cemburu adanya Wanita Idaman lain.

Berdasarkan keterangan pelaku, hari Senin itu sekitar pukul 16.30 WIB, dirinya menjemput suami sirinya itu dari mess tempat bekerja dan diajak ke samping Stadion Olahraga Talang Jimar.

Saat tiba di TKP pelapor dan korban bertengkar mulut dimana pelapor menuduh korban memiliki Wanita Idaman Lain (WIL) yang menyebabkan korban tidak mau lagi pulang ke rumah.

“Pelaku saat itu langsung emosi kemudian mengambil pisau cutter dari dalam tas dan menyayat bahu kiri korban sehingga menyebabkan bahu korban mengalami luka robek yang cukup lebar,” terang AKP Herman Rozi.

Usai melakukan perbuatannya, pelaku kemudian mengantar korban ke RSUD Kota Prabumulih dan pergi ke rumah mertua kakak perempuan di Taman Baka untuk mengganti baju dan membuang baju yang dipakai pelaku saat kejadian serta menyimpan pisau cutter.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan.

Tinggalkan Balasan