Terlibat Kasus Curanmor, Oknum Pegawai BPBD Buleleng Berurusan Dengan Polisi

oleh -

sergap TKP – BULELENG

Diduga terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor),  I Gede Arya (44) seorang oknum pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, bersama rekanya bernama Putu Budi (31) terpaksa berurusan dengan polisi.

Wakapolres Buleleng, Kompol Loduwyk Tapilaha mengatakan, kasus pencurian ini dilakukan oleh dua pelaku di sebuah rumah yang terletak di Jalan Gajah Mada, Banjar Dinas Penataran, Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng, pada Kamis (15/10/2020) dinihari.

Kejadian bermula saat motor Honda Scoopy DK 6356 UAM milik Luh Sri Malini (43) diparkir di halaman rumah, dengan kondisi tidak dikunci stang dan pagar rumah juga tidak terbuka.

Mengetahui pagar rumah korban tidak dikunci, kedua pelaku kemudian menggunakan kesempatan tersebut untuk membawa kabur motor korban

” Otak dari kasus curanmor ini ialah Putu Budi. Jadi Putu Budi menunggu dari luar sambil mengawasi,  sementara I Gede Arya bertugas mengambil motor tersebut,” ujar Kompol Loduwyk Tapilaha.

Setelah motor milik korban didapatkan, kedua pelaku ini kemudian mendorong dan menyimpan motor berwarna merah-hitam itu di parkiran Gor Bhuana Patra.

“Pencurian motor ini mereka lakukan secara pribadi, tidak ada jaringannya. Mereka mengaku baru kali ini melakukan pencurian. Namun kasus masih akan tetap kami kembangkan, siapa tau ada motor-motor lain yang juga mereka curi.” terang Kompol Loduwyk.

Saat ditangkap, motor belum sempat mereka jual, jadi masih disimpan di parkiran Gor,” terangnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) huruf 3 dan 4 tentang pencurian dengan pemberatan.

“Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama tujuh tahun.” tegasnya.

Tinggalkan Balasan