Tersinggung Dengan Ucapan, Juru Parkir Tusuk Pengamen Hingga Tewas

oleh -

sergap TKP – PALEMBANG

Diduga tersinggung dengan ucapan, Juru parkir bernama Rahmat alias Bejo tega menusuk seorang pengamen dengan senjata tajam hingga tewas.

Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Deni Triana mengatakan, Korban bernama Herboy Dexi alias Boy tewas dengan luka tusuk di bagian punggung. Sedangkan pelaku langsung diamankan di Mapolsek Ilir Timur I Palembang.

“Korban tewas dibawa ke ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Pelaku penusukan diamankan petugas di Mapolsek Ilir Timur I Palembang.” kata Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Deni Triana. Kamis (15/10/2020).

Kompol Deni Triana menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku kejadian penusukan yang dilakukannya bermula pada Rabu (14/10/2020) saat pelaku dan rekannya membeli tuak di kawasan Masjid Lama I, Air Mancur, Ilir Timur I Palembang.

Di lokasi penjualan tuak, pelaku bertemu dengan korban yang tengah meminum tuak bersama temannya. Saat itu salah satu teman korban sempat menawari tuak kepada teman pelaku.

Namun tiba-tiba korban justru mengeluarkan kalimat yang tidak mengenakan yang ditujukan kepada pelaku. Korban bertanya kepada pelaku apakah pelaku seorang preman sambil mengatakan jangan terlalu bergaya dan sok jago.

Pelaku yang tersinggung kemudian pulang. Keesokan harinya pelaku kembali ke lokasi kejadian sambil membawa senjata tajam. Sementara korban yang tengah duduk didekati pelaku dan langsung ditusuk dengan senjata tajam jenis pisau yang dibawanya.

Saat kejadian, korban yang terkena luka tusukan awalnya sempat berusaha kabur namun diduga akibat luka yang dideritanya korban akhirnya tersungkur dan tewas bersimbah darah, sementara pelaku langsung kabur melarikan diri dan akhirnya berhasil diamankan polisi.

Pelaku diamankan bersama barang bukti berupa, sebilah pisau, pakaian korban serta pakaian milik pelaku.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman kukuman minimal 20 tahun penjara.” tegas Kompol Deni Triana.

Tinggalkan Balasan