Seniman, Inginkan Machfud Arifin Kembalikan Surabaya Jadi Ikon Seniman

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Surabaya memang tidak ada habisnya selain kemajuan kotanya, Kota Surabaya juga terkenal akan senimannya. Sebab, tidak jarang seniman-seniman di Indonesia berasal dari kota Surabaya.

Namun saat ini keberadaan dan nasib seniman di Kota Pahlawan mulai terpinggirkan dan tidak jelas nasibnya. Bahkan ruang pementasan kesenian seperti Taman Hiburan Rakyat (THR) juga semakin terpinggirkan dan tinggal nama.

Bangunan yang berdiri pada 1961 dan sempat menjadi ikon Surabaya dengan menjadi satu-satunya tempat pemetasan indoor berbagai kesenian merakyat.

Para seniman yang berkarya di Surabaya juga merasa semakin tidak diperhatikan oleh Pemkot Surabaya. Hal ini semakin memburuk dengan mewabahnya pandemi Covid-19 yang semakin mempersempit ruang para seniman untuk berkarya dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Atas hal tersebut sebagian besar seniman ingin adanya suatu perubahan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Surabaya salah satunya para seniman.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Jawa Timur, Sastra Harijanto Tjondrokusumo yang mengaku percaya bahwa Machfud Arifin dan Mujiaman mampu membawa Surabaya ke arah yang lebih baik.

Harijianto mengungkapkan sulitnya hidup para seniman ditengah pandemi ini. Salah satu yang cukup memprihatinkan yang sampai menjual barang kesayangan ataupun berharga untuk menyambung hidup mereka.

“Sampai peralatan untuk bekerja kita jual. Sampai kita tulisi kasihan begitu. Ya tentunya untuk kita menyambung hidup, keperluan sehari-hari,” ungkap Harijanto.

Harijianto seusai acara silahturahmi Komunitas Penyanyi dan Seniman Musik Surabaya dengan Machfud Arifin di Hotel Mercure Surabaya juga mengungkapkan bahwa banyak potensi di Surabaya yang dapat dikembangkan.

Para seniman juga merasa bahwa Pemkot Surabaya selama ini telah menyia-nyiakan potensi seniman. Untuk itu pihaknya berharap Machfud dapat mengembalikan ikon seniman yang melekat di Surabaya.

Para seniman ini juga berharap ikon seniman seperti THR dan Taman Remaja bisa dihidupkan kembali sebagai tempat seniman menyuarakan kreativitas para seniman Surabaya.

“Namun, jika seniman harus membayar tempat seperti Balai Pemuda, sangat tidak mampu. Maka dari itu seniman menginginkan perubahan agar para seniman di Surabaya bisa kembali berkarya dan berkreasi. Sehingga para seniman mampu menghidupi hidupnya sendiri,” ungkapnya.

Dengan itu harapannya seniman bisa lebih leluasa untuk berkreasi. Sosok Machfud Arifin ini punya track record kepemimpinan yang luar biasa. Sehingga diharapkan mampu membawa Surabaya menjadi semakin baik.

Sementara itu Machfud Arifin menyebut bahwa seniman memiliki peran yang besar dalam membangun Surabaya. “Kota itu harus ada senimannya, harus ada seninya. Kalau kota tanpa seniman itu hambar, seperti hidup tanpa cinta,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan