Serang Polisi Dengan Sajam, DPO Kasus Perampokan Tewas Ditembak

oleh -

sergap TKP – MEDAN

Tim Unit Reskrim Polsek Medan Kota, menembak mati satu dari dua tersangka pelaku perampokan yang kerap beraksi di wilayah hukum Polsek Medan Kota.

Tersangka pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, lantaran diduga berusaha melawan dan menyerang petugas dengan senjata tajam.

Awalnya, kedua tersangka berinisial YS (26) warga Jalan AR Hakim dan AR (28) warga Desa Sibiru-biru, Pasar VIII Gang Rahayu sudah tertangkap.

Namun saat dilakukan pengembangan kasusnya, Pelaku AR menyerang petugas sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

“Pelaku terkenal sadis dan kerap beraksi di berbagai titik lokasi di wilayah hukum Polsek Medan Kota,” kata Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan dan Kanit Reskrim Iptu Ainul Yaqin saat menggelar konferensi pers di depan kamar jenazah RS Bhayangkara, Medan, Jumat (8/1/2021).

Wakapolrestabes menjelaskan, Tersangka AR merupakan residivis kasus curas di wilayah Delitua dan kerap keluar masuk penjara sejak tahun 2016 hingga 2020.

Pengungakapan kasus ini berawal pada Kamis (7/1/21) sekitar pukul 13.00 WIB, saat petugas Unit Reskrim Polsek Medan Kota melaksanakan patroli dan mendapatkan informasi bahwa DPO kasus curas berinisial AR sedang melakukan aksinya di jalanan.

“Kemudian petugas bertemu dengan AR di Jalan Jati I, dan berhasil mengamankannya,” ungkap AKBP Irsan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku juga mengakui telah melakukan pencurian di beberapa lokasi wilayah hukum Polsek Medan Kota.

Pada saat dilakukan pengembangan untuk mencari tersangka lainnya, pelaku AR mencoba mengambil sebilah senjata tajam jenis pisau kecil dari balik celananya dan melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga mengakibatkan seorang petugas kepolisian terkena sabetan pisau di bagian tangan sebelah kiri.

Melihat hal itu, petugas lainnya kemudian memberikan  tembakan peringatan sebanyak 3 kali, namun tidak diindahkan oleh tersangka AR. Dan justru tersangka AR malah semakin beringas menyerang petugas.

” Untuk menhindari hal-hal yang tidak di inginkan, Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas, keras dan terukur dengan menembak ke arah badan yang mengakibatkan tersangka tersungkur ke tanah,” terang Irsan.

Tersangka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan untuk dilakukan pengobatan. Namun sayang, nyawa tersangka AR tak tertolong lagi dan akhirnya meninggal di RS Bhayangkara.

“Barang bukti yang berhasil kita amankan diantaranya satu umit HP Redmi Note 8 warna hitam, motor Honda Beat dan rekaman CCTV,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan