Ops Ramadniya Semeru 2017, Jumlah Laka Lantas Alami Kenaikan

0

IMG-20170705-WA0006sergap TKP – SURABAYA

Operasi Ramadniya Semeru 2017 telah berakhir, dari operasi yang digelar sejak 19 Juni – 4 Juli tersebut tercatat adanya kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) sebesar 11,07 persen.

Tercatat 873 kasus laka lantas, 132 korban tewas, 89 luka berat, 1.328 menderita luka ringan dan kerugian materiil Rp 1.202.875.000. Padahal di tahun sebelumnya tercatat hanya terjadi 786 kasus laka lantas,  99 tewas, 129 luka berat, 1.153 luka ringan dan kerugian materiil Rp 933.095.000.

“Secara kualitas, bahwa yang meninggal dunia di 2016, 99 orang. Tetapi di 2017 ini meningkat drastis cukup signifikan meningkat 132,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Rabu (5/7/2017).

Kabid Humas juga menyebut untuk daerah yang paling rawan terjadi laka lantas di Jawa Timur dari tahun ketahun masih tetap sama yakni di Kabupaten Tuban.

“Wilayah Jatim yang paling banyak angka laka lantas dan korban meninggal dunia masih tetap sama dari tahun ke tahun, yakni di wilayah Tuban, dengan jumlah 13 korban meninggal dunia selama 16 hari pelaksanaan Operasi Ramadniya Semeru 2017,” ujar Barung Mangera.

Untuk kendaraan yang terlibat laka lantas juga masih didominasi oleh sepeda moto dengan 1.211 unit kendaraan disusul dengan mobil penumpang sebanyak 199 unit, bus 25 unit, mobil barang 75 unit, kendaraan khusus 6 unit dan 49 kendaraan tidak bermotor.

Sedangkan pada 2016 lalu tercatat kendaraan yang telibat lalu lintas yakni 1,080 sepeda motor, 156 mobil penumpang, 25 bus, 70 mobil barang, 3 kendaraan khusus, dan 51 kendaraan tidak bermotor.

“Secara nasional, Jatim menempati urutan pertama kejadian laka lantas paling banyak. Hal itu dilihat dari penyampaian jumlah angka laka lantas secara real yang terjadi di lapangan,” papar kabid Humas.